MENJADI DOMBA DARI KRISTUS SANG RAJA

  •  Maria Sampyuh
  •  

Yehezkiel 34 memberikan perumpamaan dua jenis gembala, yakni gembala yang jahat dan gembala yang baik. Gembala yang jahat, bukannya mempedulikan, melindungi dan menjaga, melainkan menindas dan menyesatkan kawanan. Hal itu tentu membuat Allah marah (Yehezkiel 34:1-10). Siapakah yang dimaksud dengan gembala yang jahat itu? Mereka adalah para raja yang diizinkan Allah untuk memimpin bangsa Israel. Mereka tidak membuat bangsa Israel menjadi umat yang taat kepada Allah, mereka malah menjerumuskan umat Israel ke dalam penyembahan berhala dan kehidupan yang berdosa. Lalu siapakah gembala yang baik itu? "Sebab, beginilah firman Tuhan Allah: Sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencarinya" (ayat 11).

Allah adalah gembala yang baik bagi umat Israel. Sebagai gembala yang baik, Allah akan menjaga dan melindungi; mencari dan membawa pulang; membalut yang terluka; menguatkan yang sakit dan yang lemah; melindungi yang gemuk dan kuat (ayat 11-16). Allah tidak akan membiarkan domba-dombaNya tercerai berai, tersesat dan dalam bahaya. Allah bertindak untuk domba-dombaNya, agar mereka aman dan selamat. Allah menggenapi janjiNya dengan memulihkan kondisi bangsa Israel dengan memimpin mereka kembali dari negeri pembuangan. Sebagai domba-domba Allah, umat Israel dijaga dan dilindungi begitu rupa. Meskipun domba-domba itu tersesat karena memilih jalan sendiri, jauh dari Sang Gembala, namun gembala yang baik mencari yang tersesat dan dibawa pulang supaya selamat. Begitu besarnya pengurbanan gembala yang baik untuk memberikan kehidupan bagi domba-dombaNya. Rela untuk memberi diri untuk melindungi dan menjaga keselamatan dan kehidupan domba-dombaNya.

Allah bukan hanya gembala yang baik bagi umat Israel saja, tetapi Dia adalah gembala yang baik bagi setiap orang percaya. Kita menjadi dombaNya bukan karena usaha dan upaya kita, tetapi karena kemurahan hatiNya, Dia rela mengurbankan nyawaNya demi untuk keselamatan domba-dombaNya. Dia rela untuk meninggalkan tahtaNya di surga dan turun untuk mencari domba-dombaNya yang tersesat dan terhilang. Sebagai domba-domba yang sudah diselamatkan dan diberikan kehidupan, dengan cara apa mengungkapkan terima kasih kepadaNya? Yang seharusnya dilakukan adalah menjadi gembala yang baik bagi sesama yang lapar, yang haus, yang membutuhkan tumpangan, yang telanjang, yang sakit, yang sedang terpenjara (Matius 25:31-46). Yang sudah digembalakan dengan baik oleh Tuhan, belajar untuk menjadi gembala bagi yang lain. Yang sudah dipedulikan Allah, hidup peduli kepada sesama, yang sudah mengalami dan merasakan kasih Allah, hidup untuk mengasihi dan melayani sesama. 

"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukan untuk Aku" ( Matius 25:40). Tuhan Yesus memberkati.   (Ibu Maria Sampyuh)     

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.