MENJADI BEJANA-NYA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Rabu, 19 November 2025
MENJADI BEJANA-NYA
Yehezkiel 43:1-12 (TB 1)
"Maka aku melihat, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur; suaranya-Nya seperti desau air yang banyak, dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. (ay. 2)"
Salah satu istilah teologi yang menggambarkan keagungan Allah adalah istilah "transenden". Kata ini menggambarkan sebuah pribadi yang tinggi, mulia, dan agung, tetapi kata ini juga mengimplikasikan adanya keterpisahan antara Allah dengan umat-Nya seperti seorang budak dengan tuannya yang komunikasinya hanya sekedar perintah dan kepatuhan. Namun, Alkitab memberikan gambaran yang lengkap tentang Allah, yaitu lebih dari sekedar Allah yang transenden dan itu secara jelas nampak di dalam penglihatan Yehezkiel.
Yehezkiel menggambarkan kemuliaan Tuhan ke Bait Suci setelah sebelumnya meninggalkan Yerusalem karena dosa dan penyembahan berhala. Dalam penglihatan ini, Yehezkiel melihat kemuliaan Allah datang dari timur, yaitu arah yang sama ketika kemuliaan itu meninggalkan kota. Hal ini menandakan pemulihan hubungan Allah dengan umat-Nya.
Tuhan menegaskan bahwa bait Suci adalah tempat kediaman-Nya yang kudus, dan umat Israel harus menjauhkan diri dari dosa dan penyembahan berhala agar kehadiran-Nya tetap tinggal di tengah mereka. Tuhan menuntut kesadaran akan dosa dan ketaatan agar kemuliaan-Nya tetap hadir.
Bait Suci adalah adalah simbol bahwa Allah berada di tengah umat-Nya. Kembalinya Allah kepada umat-Nya bukanlah sekedar kewajiban tetapi lebih dari itu, ini adalah bukti kalau Allah juga rindu untuk tinggal dengan umat-Nya. Meskipun Ia adalah Allah yang transenden, Ia juga Allah yang imanen, yaitu Allah yang dekat dengan umat-Nya. Gambaran ini menjadi sempurna di dalam diri Yesus Kristus, Ia yang berada di tempat tinggi, turun menjadi manusia dan tinggal di dalam kita. Namun, pertanyaannya adalah sudah layakkah kita menjadi bejana-Nya?
Kita adalaha bejana-Nya dan tidak ada dari kita yang tidak retak. Meskipun begitu, Tuhan rindu untuk berdiam di dalam kita supaya kita menjadi alat kemuliaan-Nya, tetapi Ia juga menuntut kekudusan dan pertobatan sejati. Kita dipanggil untuk menjaga hati dan hidup kita agar menjadi tempat kediaman yang layak bagi kemuliaan-Nya. Sehingga melalui perkataan dan perbuatan kita, orang-orang bisa melihat Kristus tinggal di dalam kita.
Kiranya Tuhan menolong kita
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk orang Kristen yang dipersekusi di dunia
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo