MENGHIDUPI ALLAH TRINITAS
Minggu ini kita kembali menghayati dasar iman Kekristenan yaitu iman kepada Allah Trinitas. Iman kepada Allah yang Esa dalam tiga pribadi Bapa, Anak, dan Roh Kudus, sebuah misteri yang melampaui logika kita, namun dapat dipahami dalam pengalaman iman kita. Dalam bacaan leksionari minggu ini, jika kita perhatikan ada satu benang merah yang muncul pada pesan teks mulai dari bacaan pertama hingga bacaan Injil, yaitu tentang manusia yang dicipta bersama ciptaan lain, dimuliakan dan diselamatkan dalam cinta kasih Allah melalui penebusan Kristus dan hidup baru dalam tuntunan Roh Kudus.
Mari kita urutkan dari Kejadian 1:1-4,26-31; Allah berkarya dalam penciptaan dunia termasuk juga menciptakan dan menghembuskan nafas kehidupan bagi manusia. “Siapakah manusia hingga Allah meninggikannya bahkan memuliakannnya?” seru pemazmur di Mzm 8, sebuah refleksi tentang kehadiran manusia di bumi ini, manusia berdosa namun Allah masih memperhatikannya. Paulus mengingatkan dalam 2 Kor 13:11-13 tentang kasih karunia Allah, Tuhan Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus yang memulihkan dan menyertai kita. Dan akhirnya bacaan kita bermuara pada Injil Matius 28:16-20 yang dikenal Amanat Agung untuk menjadikan semua orang murid Tuhan.
Kita harus ingat bahwa perintah “menjadikan murid” tidak sama persis dengan kristenisasi. Kristenisasi adalah produk kolonial (penjajahan) yang memaksa orang harus jadi Kristen karena aturan ini itu, yang seringnya mengancam. Yesus sendiri tidak mengkristenisasi, Tuhan melakukan pendekatan relasi yang dekat dari pribadi ke tiap pribadi. Kehadiran-Nya menjadi pengalaman perjumpaan iman bagi orang-orang. Maka, saat orang mau jadi Kristen itu bukan karena paksaan kita, melainkan kuasa pertolongan Roh Kudus dalam kesaksian hidup kita yang menjamah mereka. Iman yang kita hayati dalam keseharian menjadi kesaksian bagi orang lain. Untuk menjadikan murid, kita sendiri harus menjadi murid Kristus, yaitu meneladani dan menghidupi sungguh-sungguh ajaran Kristus.
Selama satu bulan ini, kita akan belajar mengenai iman dengan tema besar “Walk In Faith”-Berjalan dalam iman. Minggu pertama ini menjadi landasan dari seri khotbah berikutnya di bulan Juni ini. Maka biarlah selama satu bulan ini, kita kembali merefleksikan bagaimana kehidupan iman kita sebagai murid Kristus, serta mendorong diri dalam pertolongan Roh Kudus untuk membangun iman yang konkrit dan menjadi kesaksian demi kemuliaan Allah Bapa.