MENGHADAPI AJAL

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN 

SELASA, 6 MEI 2025


MENGHADAPI  AJAL 

KISAH PARA RASUL 7:51-60


Ada sebagian orang yang menjelang ajal, menyampaikan kalimat-kalimat terakhir yang akan selalu diingat dan dikenang. Orang mengatakan itu adalah kalimat wasiat. 


Stefanus diakhir hidupnya juga mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat luar biasa. 

"Sementara mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya, " Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring, " Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Sesudah berkata demikian, ia pun meninggal. (ayat 59-60). 

Dari ayat ini kita tahu bagaimana Stefanus ketika menghadapi ajalnya. Stefanus menghadapi kematiannya bukan dengan perasaan takut, dan itu diungkapkan dengan kalimat yang diucapkan oleh Stefanus menjelang ajalnya: 

1. Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku (ayat 59). 

Saat batu- batu dilemparkan ke tubuhnya, yang Stefanus lakukan adalah berdoa, menyerahkan roh nya kepada Allah. Tubuhnya bisa hancur karena perbuatan ganas manusia, tetapi Stefanus memohon supaya Allah berkenan untuk menerima roh nya. Stefanus   menyerahkan diri kepada Allah. 

Kematiaan yang sudah di depan mata, yang kerap menakutkan bagi sebagian orang, namun tidak bagi Stefanus. Stefanus meninggal dalam penyerahan diri dan kesetiaan kepada Allah sampai akhir hidupnya. Penderitaan itu tidak membuatnya berpaling dari Tuhan. 


2. Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" (ayat 60)

Ada orang-orang yang membawa sakit hatinya sampai mati, tidak bisa mengampuni sampai akhir hayatnya. 

Bagaimana dengan Stefanus? 

Stefanus justru berdoa memohon kepada Allah agar berkenan untuk mengampuni dosa orang-orang yang membencinya, yang memusuhinya, yang membuatnya menderita, yang membuatnya akan menjemput ajalnya. Orang-orang itu melempari Stefanus dengan batu, tetapi Stefanus  justru menyatakan kebaikan kepada orang- orang tersebut.   Di akhir hidupnya bukan kalimat ingin balas dendam, atau kalimat-kalimat kutukan dan umpatan bagi orang- orang melakukan kejahatan, kekerasan dan penderitaan terhadap dirinya. Tetapi Stefanus   memohon Allah mengampuni orang-orang yang membuatnya menderita dan menerima ajalnya. 

Kalimat-kalimat wasiat yang luar biasa yang diucapkan oleh Stefanus. 

Stefanus bukan saja berani menghadapi kematian, tetapi Stefanus juga berani untuk mempertahankan iman sampai pada akhir hidupnya, meskipun dia harus menderita, di rajam batu. 

Stefanus juga pergi bukan dengan kemarahan, dendam dan kebencian, tetapi pergi dalam damai, melakukan kebaikan bagi orang yang berbuat jahat kepada dirinya, dengan cara mendoakan pengampunan dosa. 


Teladan hidup yang luar biasa yang diberikan oleh Stefanus. Setiap orang yang sudah ditebus oleh Kristus mendapatkan jaminan keselamatan dan kepastian akan tempat di surga saat kehidupan didunia ini berakhir. Karena itu adalah keuntungan bagi setiap orang percaya yang meninggal dalam iman kepada Kristus, bukan ketakutan. 

Kiranya Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kelembutan hati untuk kita melakukan FirmanNya ????


Pokok Doa: 

1. Anak-anak yang menghadapi ujian akhir

2. Perekonomian bangsa 

3. Untuk yang sakit, berduka, pekerjaan, pelayanan


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.