MENGGUNAKAN KARUNIA ROHANI

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Jumat, 31 Januari 2025


Menggunakan Karunia Rohani

Kisah Para Rasul 19:1-10


”Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat.” (ay.6)


Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke surga, Ia berkata kepada para murid, bahwa mereka akan menerima kuasa pada saat Roh Kudus turun ke atas mereka, dan mereka akan menjadi saksi Kristus untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.


Hal itu terjadi pada saat para murid mulai bersaksi tentang Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Mereka bersaksi bukan hanya di area Samaria atau Yudea, tetapi mulai menginjili orang-orang non Yahudi. Rasul Paulus juga mengabarkan Injil sampai ke Yunani, dan dalam perikop yang menjadi bacaan hari ini, Paulus sudah tiba di Efesus.


Rupanya berita tentang pertobatan sudah sampai Efesus sehingga banyak orang di tempat itu yang dibaptis. Namun mereka dibaptis dengan baptisan Yohanes, yaitu baptisan pertobatan. Sehingga pada saat Paulus berada di situ dan menanyakan apakah mereka sudah menerima Roh Kudus saat percaya? Ternyata mereka belum pernah mendengar tentang Roh Kudus, sehingga mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus, dan mereka menerima Roh Kudus.


Atas kuasa Roh Kudus maka mereka bisa berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat. Berbahasa lidah dan bernubuat merupakan salah satu karunia dari banyak karunia rohani yang diberikan Allah kepada orang percaya. Orang yang dikaruniai bahasa lidah, dia berbicara kepada Allah untuk membangun dirinya sendiri. Sedangkan orang yang diberi karunia bernubuat, dia berbicara kepada manusia untuk membangun, menasehati, dan menghibur. (1 Korintus 14:1-4) 


Karunia bernubuat yang dimaksudkan di sini bukan berarti meramal, namun karunia untuk mengerti dan memahami firman Tuhan dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain. Dalam Alkitab Bahasa Jawa, “bernubuat” diartikan ”medhar wangsit” atau menjelaskan firman Tuhan sehingga mudah dimengerti oleh orang lain, seperti seorang pengkotbah.


Kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus, juga telah menerima Roh Kudus. Artinya kita juga memiliki karunia rohani yang dipergunakan untuk membangun tubuh Kristus atau jemaat Tuhan. Dalam 1 Korintus 12:28 disebutkan ada beragam karunia rohani yang diberikan kepada orang percaya, seperti untuk membuat mukjizat, menyembuhkan, melayani, memimpin, dan berbicara dalam berbagai jenis bahasa lidah, semuanya berasal dari satu Roh, yaitu Roh  Kudus dan berguna untuk membangun Jemaat.


Jika kita mempunyai karunia untuk melayani atau memimpin, maka kita menggunakan karunia tersebut dengan baik sehingga gereja semakin bertumbuh karena kuasa Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya. Mari kita gunakan karunia rohani yang Tuhan berikan untuk kemuliaan nama-Nya melalui pemberitaan Injil dalam kehidupan kita, sehingga semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Amin.


Pokok Doa

1. Persiapan Ibadah Minggu.

2. Berbagai bencana dan kecelakaan yang terjadi, Tuhan menolong para korban.

3. Pelayanan GKI Coyudan.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.