MENGASIHI DENGAN BENAR DAN PENGERTIAN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Filipi 1:3-11

Surat rasul Paulus kepada jemaat di Filipi memperlihatkan kepada kita bagaimana mengasihi pun sesungguhnya membutuhkan pengetahuan yang benar dan memerlukan segala macam pengertian. Ini berarti :

1. Mengasihi itu ada “yang benar” dan ada “ yang salah”. Contoh : anak yang sedang membandel dan melawan orangtuanya dengan kata-kata yang kasar, maka orangtua yang mengasihi anaknya akan mendidik anaknya itu dan mengajarinya untuk meminta maaf dan tidak lagi mengulangi perilakunya yang tidak baik. Tetapi ada orangtua yang begitu mengasihi anaknya yang membandel itu dengan membiarkannya dan bahkan tertawa atas perilaku buruk anaknya; dan itu direkam oleh sang anak bahwa tindakan tidak sopannya itu menyenangkan orangtuanya dan orang lain.

Bukankah kasih Allah juga akan mendidik dengan keras anak-anak-Nya apabila hidup dalam dosa ? Bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk meluruskan jalan kita umat-Nya ?! Demikian Tuhan mengasihi Daud sehingga ditegur-Nya begitu keras melalui nabi Natan. Oleh karena kasih-Nya yang besar, Allah mengampuni Saulus dan bahkan memakai Saulus menjadi pemberita Injil yang luar biasa setelah melalui proses di titik terendah Saulus dalam perjalanan ke Damsyik.

Demikian kasih Tuhan itu diberikan melalui didikan dan teguran yang keras, namun juga melalui pengampunan, penguatan dan peneguhan juga seperti yang dialami oleh Simon Petrus.


2. Ada berbagai macam cara untuk mengasihi, dan tiap-tiap orang perlu dikasihi seturut dengan kebutuhannya masing-masing.

Mengasihi kepada tiap-tiap orang berarti belajar untuk mengenali tiap-tiap orang sesuai dengan kebutuhan hatinya. Jika seorang dikasihi dengan cara yang tepat, maka hatinya akan meluap dengan rasa syukur dan menuangkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada seorang Zakheus, Yesus menyatakan keselamatan ketika ia menyerahkan separuh dari hartanya dan berjanji akan mengembalikan 4 kali lipat kepada orang yang pernah dicuranginya selama bekerja sebagai pemungut cukai; kepada Saulus melalui teguran yang keras, kepada Simon Petrus melalui pengampunan dan pemulihan. 

Demikian firman Tuhan mengajarkan agar kitapun menghidupi kasih kita dengan benar dan dengan pengertian akan kebutuhan tiap-tiap orang. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk pelayanan Jemaat GKI Coyudan Solo; baik kegiatan-kegiatan gereja maupun pelayanan di luar kegiatan gereja (pelayanan misi).

2. Untuk kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia di tengah keberagaman.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.