MENGALAMI INJIL
Lukas 24:36-48
Pada era digital, kini ada begitu banyak berita yang tidak
jelas kebenarannya. Tanpa di cek kebenaranya, orang mudah percaya dan
menelannya mentah-mentah. Akibatnya, banyak orang tertipu dan mulai menjadi
skeptis dan membutuhkan bukti. Bagaimana dengan berita Injil? Tugas kita
sebagai gereja adalah mewartakan Injil, berita sukacita. Berita tentang kasih
Tuhan yang dinyatakan melalui kehadiran Kristus yang menyelamatkan. Tentang
berita ini, masih banyak orang yang belum percaya atau meragukan siapa Kristus
itu.Memberitakan Injil bukan sekedar menceritakan tentang siapa Kristus, tetapi
si pembawa berita itu ya harus mengalami Injil itu sendiri.
Para murid pasca kebangkitan Kristus menjadi para
murid yang berani memberitakan tentang siapa Kristus. Bahkan Petrus yang
tadinya pengecut dan menyangkali Yesus, kini berani menyatakan diri sebagai
saksi mata akan kebangkitan Kristus. Dampaknya, banyak orang benar-benar
percaya dan mengalami kasih Kristus. Para murid karena terlebih dahulu mengalami
sendiri siapa Kristus, bagaimana kuasa dan kasihNya menjangkau mereka. Para
murid diubahkan menjadi pribadi yang baru. Lihat bagaimana di Kisah Para Rasul
dituliskan bagaimana para murid mengerjakan pelayanan seperti yang Yesus
kerjakan. Menyentuh mereka yang sakit, menolong mereka yang terpinggirkan, dan
memberitakan pengampunan dosa. Semua itu karya Kasih Kristus yang diberitakan.
Itulah Injil.
Berita Injil itu telah kita terima dan tugas kita
memberitahukan kembali kepada dunia yang terluka ini. Maka alamilah Injil itu
dalam hidup kita dan ajaklah orang lain mengalami keselamatan yang kita alami
itu di dalam Kristus. Alami kasih Kristus dan bawalah kasih itu kepada yang
lain. Alami pengampunan Kristus dan bawalah pengampunan itu kepada yang lain.
Alami damai Kristus dan bawalah damai itu kepada yang lain. Ingatlah pesan
Kristus “Kamu adalah saksi dari semuanya ini”
(Pdt. Daniel K.Gunawan,
M.Fil.)