MENANGIS DAN TERTAWA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
RABU, 10 SEPTEMBER 2025
MENANGIS DAN TERTAWA
ROMA 12: 15
"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"
"Senang melihat orang lain susah, susah melihat orang lain senang", demikianlah kalimat yang tidak asing di telinga kita.
Manusia sudah kehilangan empati terhadap sesamanya. Saat banyak orang menjerit karena beban hidup yang teramat berat, ada orang- orang yang tertawa bahagia menikmati derita sesamanya. Banyak orang tidak lagi memiliki hati yang peduli terhadap penderitaan orang lain, yang penting adalah dirinya sendiri, hidupnya sendiri.
Dan dengan demikian tidak lagi memiliki kepedulian utk melepaskan sesamanya dari penderitaan, kesukaran, justru tertawa bahagia karena sesama menderita. Banyak orang susah kalau sesamanya senang, sejahtera, ada keadilan.
Rasul Paulus memberikan nasihat kepada jemaat di Roma yang sangat bertolak belakang. "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. " Rasul Paulus mengajarkan untuk menjadi orang yang memiliki empati terhadap orang lain, menjadi orang yang bisa memposisikan diri dengan benar, tahu tempat dimana berada, tidak menjadi orang tidak peduli dengan apa yang terjadi pada orang lain, masa bodoh dengan apa yang terjadi di sekeliling, hanya fokus kepada diri sendiri saja.
Nasehat yang mengingatkan untuk orang percaya tidak menjadi orang- orang yang tertawa diatas tangisan orang lain, tetapi juga tidak menjadi orang yang selalu resah, susah kalau orang lain bahagia. Rasul Paulus mengajarkan untuk anak- anak Tuhan menjadi orang yang memiliki kepedulian, empati, bisa merasakan apa yang orang lain sedang rasakan tidak masa bodoh dan tutup mata.
Banyak orang sedang berjuang untuk membangkitkan empati yang telah mati, hati yang tak lagi peduli.
Contoh menangis bersama orang yang menangis, adalah Ayub dan ketiga sahabatnya. Pada waktu Ayub kehilangan semuanya, ketiga sahabatnya mendengar tentang malapetaka yang menimpa Ayub, mereka datang untuk menghibur Ayub. Namun pada waktu mereka melihat kondisi Ayub dari jauh, mereka sampai tidak mengenali Ayub, mereka menangis, mengoyak jubahnya tanda berkabung, duduk di tanah bersama Ayub selama 7 hari, mereka diam karena tahu sangat berat penderitaan Ayub.
Sahabat yang memiliki empati, bisa merasakan apa yang dirasakan oleh sahabatnya, mereka menempatkan diri dengan baik.
Kiranya kita adalah orang- orang yang memiliki empati dan peduli terhadap sesama, tidak menutup mata dan telinga atas penderitaan orang lain, teruslah bersemangat untuk membangkitkan empati yang mati, teruslah berjuang mencairkan hati yang beku
Kasih Kristus menjadi dasar kekuatan. ????????
Pokok Doa:
1.Kegiatan bulan Misi
2.Bangsa dan negara
3.Pergumulan sesama (kesehatan, ekonomi, relasi dalam kelg, pekerjaan, pelayanan, pendidikan)
Maria S