MENABUR CINTA WALAU TAK TERLIHAT
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 30 April 2025
Menabur Cinta Walau Tak Terlihat
Lukas 14: 13-14
"Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
“Balas budi” adalah istilah yang sudah tak asing di telinga kita, di mana kita melakukan kebaikan dengan harapan suatu saat akan dibalas. Dalam hidup ini, kita sering diajarkan untuk berbuat baik kepada orang yang bisa "membalas budi"—mereka yang suatu hari bisa membantu kita kembali—baik dalam bentuk bantuan, penghargaan, atau keuntungan lainnya. Namun, Yesus mengajak kita untuk melihat kasih dari sudut pandang yang berbeda.
Melalui Injil Lukas yang kita baca hari ini, Yesus menantang setiap kita untuk mengasihi tanpa berharap balasan. Ia mengajak kita untuk memberi kepada mereka yang tidak bisa membalas: orang miskin, sakit, dan yang tersingkirkan. Kasih sejati tidak melihat siapa yang bisa memberi kembali, tetapi memberi karena “tangki cinta” kita telah dipenuhi lebih dulu oleh Kristus.
Pemberian kita bukan untuk mendapat penghargaan dari manusia, tetapi untuk memuliakan Tuhan yang telah lebih dulu menunjukkan cinta yang besar bagi kita. Masalah upah atau balasan, itu hak Tuhan. Dalam kerendahan hati, kita diberi kesempatan untuk ikut serta dalam pekerjaan kasih-Nya, sekalipun tak ada yang melihat atau membalasnya.
Pokok Doa:
1. Pergumulan anak dalam tumbuh-kembang rohani dan jasmaninya.
2. Jemaat yang berduka
3. Kondisi politik dan ekonomi di Indonesia.
Yohana Jessica