MEMANTULKAN TERANG SANG TERANG
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 6 Januari 2026
Memantulkan Terang Sang Terang
Yesaya 60:1-2 (TB)
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Tahukah saudara kalau bulan tidak memiliki terang sendiri? Menurut para ahli astronomi, matahari adalah sumber cahaya bagi bulan. Bulan tidak memiliki terang sendiri, tetapi ketika disinari matahari, ia mampu menerangi malam yang gelap. Ini mengingatkan bahwa selalu ada sesuatu yang lebih besar dari kita.
Demikian pula dalam kehidupan iman. Manusia tidak mampu keluar dari kegelapan dosa dan keputusasaan dengan kekuatannya sendiri. Karena itu, Allah lebih dahulu menghadirkan terang-Nya. Firman Tuhan dalam Yesaya 60:1–2 menyatakan bahwa kemuliaan TUHAN terbit atas umat-Nya, bahkan ketika kegelapan masih menutupi bumi. Terang keselamatan itu dinyatakan melalui Mesias, Yesus Kristus. Supaya kita mampu keluar dari kegelapan dosa dan tidak lagi hidup dalam keputusasaan. Terang Keselamatan itulah sesuatu yang lebih besar dari kita, manusia yang tidak berdaya.
Karena terang Tuhan telah datang, umat dipanggil untuk bangkit dan menjadi terang. Panggilan ini bukan untuk memuliakan diri, melainkan untuk meninggalkan kegelapan dan memantulkan terang Tuhan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari. Kiranya hidup kita setia memantulkan terang Kristus bagi sesama dan dunia. Amin.
Doa: Tuhan, terangi hidup kami dengan terang-Mu dan pakailah kami untuk memantulkan terang Kristus di tengah dunia di mana kami berada. Amin.