MELEPASKAN DIRI DARI TRAUMA MASA LALU

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Filipi 3:13-14
=====================

13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Setiap orang pasti memiliki peristiwa masa lalu dalam kehidupannya. Apakah baik atau tidak baik, namun tak dapat disangkal banyak orang yang masih terikat dengan kehidupan masa lalunya. Bahkan tidak jarang orang mengalami trauma ketika mengingat peristiwa di masa lampau. Misalnya, ketika saya memimpin ibadah di satu gereja, Firman yang saya sampaikan berbicara supaya umat Tuhan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan, dan hidup baru dalam Kristus. Setelah ibadah selesai, ada seorang ibu menemui saya dan meminta saya mendoakannya. Saat kami sedang berdoa, ibu tersebut gemetar seperti orang ketakutan. Apa yang terjadi dengan ibu ini? Rupanya ibu tersebut trauma dengan kejadiang-kejadian yang perna menimpanya di masa lalu sehingga ia mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Pada akhirnya ia tahu dan menyadari bahwa hal bunuh diri itu adalah dosa

Kita mengenal siapa Paulus, bagaimana latarbelakangnya. Ketika masih menjadi cendekiawan Yahudi ia menikmati kesenangan-kesenangan, terutama kesenangan untuk menindas dan menghilangkan nyawa para pengikut Kristus. Itulah perbuatan Paulus. Namun ketika ia telah ditangkap Kristus dan menjadi rasul-Nya, maka kata Paulus: "aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku." Artinya, Paulus tidak lagi mengingat masa lalunya, melainkan ia mengarahkan pandangannya pada kehidupan yang sedang dijalaninya, yaitu kehidupan di dalam Kristus, dan melayani Kristus. Itulah tujuan hidupnya.

Saudaraku, mencontohi apa yang dilakukan Paulus, mari kita membebaskan diri dari keterikatan masa lalu. Yakinlah bahwa di dalan Kristus, Allah telah mengampuni kehidupan masa lalu kita yang tidak baik. Dan Allah mau supaya kita mengarahkan pandangan kita kepada Kristus, yaitu hidup dalam Kristus, berbuah untuk Kristus, dan memuliakan Kristus sampai Maranatha. Tuhan memberkati kita.

Pokok Doa:
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Kehidupan jemaat dalam menghadapi semua pergumulan.
3. Kerukunan interen dan antar umat beragama.

Bpk. Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.