MELAKONI IMAN

  •  Edhi Setiawan
  •  

Merenungkan tema tentang iman, secara random saya mencoba ketikkan kalimat “orang beriman Kristen” di google search dengan filter image, maka gambar senada yang muncul adalah simbol-simbol Kekristenan seperti sikap berdoa, salib, alkitab yang terbuka dan suasana ibadah di gereja. Tentu hasil pencarian itu tidaklah salah, karena memang demikian citra yang melekat dengan orang yang disebut pengikut Kristus, yaitu melalui simbol dan ritual keagamaan sebagai sarana pertumbuhan Iman. Namun benarkah ekspresi iman itu hanyalah berhenti dalam ritual?

Kehidupan iman bila dipahami sekedar sebagai ritual keagamaan saja, dapat menyebabkan seseorang hidup dalam dua dunia. Di satu sisi mengekspresikan iman dalam ritual agama di hari Minggu, namun hidup dalam dunia yang penuh dengan tindakan duniawi yang tidak mencerminkan ajaran Kekristenan  di luar hari Minggu.  Misalnya kita temui di lingkungan orang-orang Kristen terjadi situasi di mana seseorang rajin beribadah tetapi di dalam kehidupan sosial masih hidup dalam rupa-rupa kejahatan. Ada juga yang gemar berbicara kasih Allah, namun tidak menunjukkan kasih Allah kepada sesamanya.         

Hosea 6:6 dengan tegas menyatakan “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." Tentu saja ayat ini bukan bermaksud mengatakan bahwa ritual keagamaan itu tidak penting, namun realitas iman itu seharusnya tidak berhenti pada ritual dan simbol keagamaan saja, namun juga pernyataan iman dalam perbuatan, berupa kesetiaan dan pengenalan akan Allah. Pertumbuhan iman mendorong setiap umat Allah untuk menghayati kesetiaan dan pengenalan akan Allah dalam bentuk mengenali kehendak Allah dan melakukannya. 

Marilah kita menghayati iman percaya kita dengan pengenalan Tuhan yang dihidupi dalam keseharian secara terus menerus. Melakoni Iman adalah menyelaraskan apa yang kita imani dengan tindakan iman yang nyata dalam kehidupan. 

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.