MASIHKAH ADA HARAPAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 19 April 2025
Masihkah Ada Harapan?
Ayub 14: 14 “Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Aku akan berharap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba kelepasanku”
Hari ini sunyi.
Bukan sekadar karena gereja tak ramai, tapi karena dunia sedang diam–berada di antara salib dan kebangkitan. Yesus telah mati, tubuh-Nya dibaringkan di dalam kubur.
Di tengah keheningan ini, terdengar gema pertanyaan dari zaman yang jauh: “Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi?”
Pertanyaan itu bukan hanya milik Ayub. Itu adalah jeritan setiap hati yang pernah berduka, kehilangan, atau merasa Allah seakan diam.
Sabtu Sunyi adalah momen di mana iman diuji oleh hening dan harapan ditantang oleh ketiadaan tanda.
Sabtu Sunyi mengajarkan bahwa tidak semua harus dijawab cepat.
Ada saatnya manusia tinggal dalam diam, menanti Tuhan yang bekerja dalam kegelapan. Di tengah penantian itu, iman bertumbuh–bukan dari kepastian, tetapi kepercayaan bahwa “diamnya” Allah, bukan berarti pupus harapan.
Hari ini, biarlah keheningan berbicara.
Biarlah hati merenung dalam diam.
Doa: “Dalam hening, ajar kami untuk selalu setia dalam sebuah penantian. Mampukan kami, untuk tahan uji di tengah doa-doa yang belum terjawab. Dalam Kristus Yesus, yang telah menyerahkan nyawa-Nya, kami berserah. Amin.”
Yohana Jessica