MANIS DI MULUT, PAHIT DI PERUT
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Kamis, 19 Maret 2026
Wahyu 10:8-11
Manis di Mulut, Pahit di Perut
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Firman Tuhan itu bukan hanya untuk ”dimakan”, tetapi juga harus ”dicerna” dengan baik. Di sinilah yang menjadi persoalan, yaitu bahwa seringkali firman Tuhan itu terasa ”manis seperti madu” ketika berbicara tentang berkat, pemulihan, pertolongan Tuhan, pengampunan dan berbagai hal yang indah lainnya, tetapi ketika ”dicerna” (diterapkan dalam kehidupan sehari-hari), ternyata hal itu tidak semudah ketika menjalaninya.
Ketika bicara tentang berkat, tetapi juga tanggung jawab. Berbicara tentang pemulihan, berarti terlebih dahulu ada luka yang menggores. Berbicara tentang pertolongan Tuhan berarti menjalani masa-masa berat dan bertabah hati sambil menantikan pertolongan-Nya. Berbicara tentang pengampunan, berarti ada orang lain yang menyakiti hati kita dan kita belajar untuk mengampuni sebagaimana kita diampuni.
Karena itu, terimalah firman Tuhan seutuhnya, baik manis maupun pahitnya, karena firman Tuhan mengandung janji yang kekal dan sekalipun di dalam dunia ini kita mengalami pahitnya hidup, percayalah bahwa di dalam kebenaran firman Tuhan, “yang manis” itu telah tersedia bagi barang siapa yang setia menghidupinya. Amin.
Pokok Doa :
1. Untuk keamanan dan kesehatan pada masa liburan.
2. Untuk pemerintah kota Surakarta.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi