LINGKUPIKU

  •  Yoseph Erry Pratomo
  •  

Markus 4 : 35 – 41

Lingkupiku, Dengan sayap-Mu Naungiku. Dalam kuasa-Mu Di saat badai bergelora Ku akan terbang bersama-Mu Bapa Kau Raja atas s'mesta Ku tenang s'bab Kau Allahku

Di atas adalah lirik dari lagu yang berjudul “Lingkupiku” yang mana sebagian dari kita sudah pernah mendengar, bahkan sering menyanyikannya. Ketika kita membaca lirik tersebut atau bahkan menyanyikannya, kita tentu membayangkan ketika kita berada di tengah badai yang menakutkan,kita merasa gentar, takut, dan panik. Namun demikian, kita memiliki Allah yang jauh lebih besar dari badai itu. Dia adalah Allah Sang Raja semesta inI. Dia berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia ini. Baik itu badai dan ombak besar di samudera raya, maupun badai masalah kehidupan yang kita hadapi sehari-hari. 

Bacaan kita dari Injil Markus mengisahkan bagaimana murid-murid Yesus ketakutan di tengah badai dan ombak yang menghantam perahu yang mereka naiki. Mereka takut akan binasa diterjang oleh ombak besar itu. Saat itu Yesus sedang tidur, dan mereka membangunkan-Nya. Seketika Yesuspun bangun dan menghardik kepada angin dan ombak itu agar tenang kembali, maka badaipun reda. Alam semesta tunduk kepada perintah Yesus. Hal ini membuktikan kemahakuasaan Yesus sebagai pribadi Allah yang memiliki kedaulatan atas alam semesta. 

Jika saja para murid memahami hal ini lebih awal, tentu mereka tidak akan mengalami ketakutan, karena yang empunya alam semesta ada di perahu bersama mereka saat itu. Ketika kita percaya kepada Yesus dan menerima Dia dalam hati kita, kita percaya bahwa Yesus tinggal di dalam hati kita. Dia ada bersama kita, di “perahu” kita. Jadi ketika kita menghadapi “badai” kehidupan yang sangat menakutkan, seharusnya kita tidak lagi merasa takut, karena Dia yang menciptakan alam semesta ini, Dia juga yang mengijinkan badai itu datang, Dia juga yang sanggup untuk memberikan ketenangan. 

Jadi ketika kita menghadapi permasalahan, baik itu masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah Kesehatan, atau apapun itu, kita percaya bahwa kita punya Allah yang sanggup untuk menolong kita. Kita katakan “Hai masalah, aku punya Tuhan yang besar”. Ya Tuhan kita jauh lebih besar daripada masalah kita. Jadi kita tidak perlu takut, selama Tuhan berada bersama dengan kita dalam “perahu” kehidupan kita.


Yoseph Erry Pratomo

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.