LILIN KECIL DI TENGAH KEGELAPAN

  •  Lydia Kwa She Ing
  •  

Renungan warta 15 Maret 2026


LILIN KECIL DI TENGAH KEGELAPAN


Bahan Bacaan: Efesus 5: 8-14


Ketika awal musim hujan tiba, biasanya terjadi listrik tiba-tiba padam dimalam hari. Dalam situasi ruangan yang gelap gulita, satu lilin kecil yang dinyalakan dapat mengusir kegelapan dan memberikan arah. Meski tidak terang benderang seperti cahaya lampu listrik tetapi lilin kecil di tengah kegelapan sangat memberi arti bagi kita yang merasakan betapa tidak nyamannya berada didalam gelap dan tanpa cahaya menerangi sekeliling kita.


Didalam Efesus 5 : 8-9, kita diminta untuk hidup sebagai anak-anak terang yang berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Di tengah dunia yang saat ini sedang tidak baik-baik saja bahkan bisa dikatakan “gelap” karena seringkali kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, serba tidak menentu, tidak dapat diprediksi dan tidak terduga. Banyak orang yang kehilangan arah dalam dunia yang gelap ini. Karena itu dunia membutuhkan anak-anak terang seperti lilin kecil ditengah kegelapan. 

Menjadi anak-anak terang berarti memiliki kehidupan yang meneladani Kristus, Sang Terang itu sendiri. Hidup yang mewujud dan memberi dampak bagi sekeliling kita, melalui perbuatan nyata seperti :

  • Hidup dalam kasih dan mengampuni: mengasihi sesama dengan tulus tanpa membeda-bedakan, murah hati, suka menolong orang lain yang membutuhkan, tidak menyimpan kesalahan orang lain tetapi mampu mengampuni orang yang menyakiti/ mengecewakan, bukan membencinya.

  • Berbuahkan Kebaikan dan Kebenaran: Tidak hidup dalam keserakahan, hawa nafsu, kemarahan, kesombongan, selalu mencari kesalahan orang lain dan perbuatan dosa lainnya melainkan selalu berupaya jujur dalam tindakan sehari-hari, rendah hati, mengucap syukur dalam segala hal dan teguh dalam iman.

  • Memiliki tutur kata yang sopan: Menjaga lidah untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor, caci maki, mencela dan merendahkan orang lain tetapi mengucapkan kata-kata yang membangun iman dan menjadi teladan dalam berbicara dan berpikir.

  • Memiliki kebiasaan rohani yang benar: Rajin berdoa dan membaca Alkitab serta hidup dalam ketaatan yang konsisten. Berusaha memahami apa yang menyenangkan Tuhan, hidup menurut firmanNya, dan memanfaatkan waktu dengan baik.


Saat ini dunia membutuhkan anak-anak terang untuk menunjukkan arah dan jalan kebenaran  kepada dunia yang gelap. Apakah kita siap menjadi anak-anak terang yang bersinar seperti lilin  dalam kegelapan. Meskipun sinarnya kecil tetapi mampu menerangi kegelapan dan berdampak bagi sekelilingnya.


(Pnt. Lydia Kwa She Ing)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.