KETEKUNAN
“Karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. “ (Roma 5 : 3b – 4)
Berlian dan arang adalah dua materi yang memiliki kandungan unsur yang sama, yakni karbon (C). Kendatipun demikian, kita semua tahu bahwa keduanya memiliki nilai yang sangat jauh berbeda. Arang dapat kita beli di pasar dengan harga yang sangat murah, tetapi berlian? Tidak semua orang mampu untuk membeli berlian yang harganya sangatlah mahal. Lantas, peristiwa apa yang membedakan dua materi karbon yang sangat berbeda nasib ini?
Berlian memakan waktu pembentukan yang sangat lama di kedalaman bumi dengan suhu 900 – 1300°C dan bertekanan 45 – 60 kilobar. Berlian bisa kita temukan di permukaan bumi karena adanya erupsi magma (gunung Meletus) yang sangat kuat. Tempaan suhu yang sangat tinggi serta tekanan yang terus menerus membuat struktur berlian menjadi sangat keras dan kuat. Lain halnya dengan arang yang terbentuk melalui pembakaran secara cepat, singkat tanpa adanya pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi, sehingga strukturnya lebih rapuh.
Bacaan kita mengingatkan kita tentang “Ketekunan” (perseverance dalam Bahasa Inggris). Dalam kamus Cambridge, perseverance didefinisikan sebagai “continued effort to do or achieve something, even when this is difficult or takes a long time” atau usaha terus menerus untuk mendapatkan sesuatu walaupun ketika hal tersebut sangat sulit atau memakan waktu yang lama.
Iman Kristen bukanlah iman yang seperti arang, yang cepat terbentuk tetapi rapuh dan tidak bernilai. Iman kita seharusnya seperti berlian, yang walaupun harus mengalami “kesengsaraan” dalam proses yang sulit dan panjang, tetapi jika di dalamnya dikerjakan terus-menerus dengan ketekunan, niscaya akan mendapatkan hasil yang terbaik seperti berlian.
Ketika kita menghadapi kondisi yang sulit dan masa depan yang tidak menentu, kadangkala kita merasa sendiri dan kehilangan arah. Akan tetapi dalam kondisi tersulitpun, janganlah pernah lepaskan iman kepada Tuhan. Karena iman yang dikerjakan dalam ketekunan akan menghasilkan kekuatan tahan uji.
Seperti berlian yang bertahan dalam tempaan suhu dan tekanan, demikian juga iman kita yang tahan uji akan menghasilkan pengharapan yang sejati di dalam Tuhan. Karena ketika kita tahu Siapa yang kita percaya, kita akan selalu tenang dalam arah yang benar, dan tangan-Nya selalu ada untuk terus membimbing di dalam ketekunan yang kita kerjakan. Amin.