KESEMPATAN KEDUA

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

Renungan Warta, 23 Maret 2025


KESEMPATAN KEDUA

Lukas 13:1-9

Sore itu, di pelataran Bait Allah, beberapa orang datang kepada Yesus dengan wajah serius. Mereka bercerita tentang orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus saat sedang mempersembahkan korban. “Apakah mereka lebih berdosa daripada orang lain di Galilea, sehingga mereka mengalami hal itu?” tanya salah seorang dari mereka.

Yesus memandang mereka satu per satu, lalu menjawab dengan suara tegas, “Tidak! Tetapi jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara yang sama.” Ia melanjutkan, “Atau bagaimana dengan delapan belas orang yang tertimpa menara di Siloam? Apakah mereka lebih bersalah daripada orang-orang lain di Yerusalem? Tidak! Tetapi jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa juga.”

Suasana menjadi hening. Kata-kata Yesus menembus hati mereka. Mereka terbiasa berpikir bahwa penderitaan adalah akibat langsung dari dosa, tetapi Yesus menantang mereka untuk melihat sesuatu yang lebih penting: kesempatan untuk bertobat sebelum terlambat.

Lalu Yesus bercerita, “Ada seorang yang memiliki pohon ara di kebun anggurnya. Selama tiga tahun ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukan apa-apa. Ia berkata kepada tukang kebunnya, ‘Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma?’ Tetapi tukang kebun itu menjawab, ‘Tuan, biarkanlah dia tumbuh setahun lagi. Aku akan menggali tanah di sekelilingnya dan memberi pupuk. Mungkin tahun depan ia akan berbuah. Jika tidak, barulah tuan menebangnya.’”

Mereka yang mendengar kisah itu mulai berpikir. Mereka adalah seperti pohon ara itu—diberi kesempatan untuk bertobat, tetapi sering kali tidak menghasilkan buah. Namun, Tuhan adalah tukang kebun yang sabar, memberikan kesempatan kedua agar mereka bisa berubah.

Renungan ini juga berlaku bagi kita. Sering kali kita lalai, hidup tanpa menghasilkan buah bagi Tuhan. Tetapi Tuhan penuh kasih dan memberi kita kesempatan untuk bertobat dan berbuah. Pertanyaannya: apakah kita akan menggunakan kesempatan kedua ini dengan baik?

Jangan menunda pertobatan. Waktu masih ada, tetapi tidak selamanya. Sekaranglah waktunya untuk berubah dan hidup berkenan di hadapan Tuhan.


Pdt Daniel K Gunawan

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.