KEISTIMEWAAN ORANG PERCAYA
Bacaan: Roma 8:14-17
Suatu kali saya pergi berbelanja di sebuah supermarket dan ketika hendak membayar, saya ditawari untuk membuat member atau kartu berlanganan di supermarket tersebut. Lalu saya bertanya "apa saja keuntungannya?" Dengan segera pelayan tersebut menjawab akan ada potongan-potongan harga tertentu dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat menarik apalagi saat itu syaratnya hanya mendaftarkan diri pada aplikasi supermarket tersebut tanpa biaya pendaftaran, dan saya sudah mendapatkan keistimewaan dari kartu berlangganan itu. Keistimewaan bisa didapatkan ketika kita mendaftar menjadi member di satu tempat. Tetapi bagaimana jika tanpa bersusah payah untuk mendaftar kita bisa mendapatkan keistimewaan yang bahkan sangat spesial?
Dalam bacaan kita pagi ini, Rasul Paulus sedang menjelaskan tentang hidup yang dipimpin oleh Roh. Jika kita membaca dari ayat yang pertama, Rasul Paulus sedang mengingatkan bahwa melalui kematian Yesus, orang percaya tidak lagi hidup dalam dosa dan terbebas dari hukuman (ay. 1-2). Selain itu kematian Yesus juga membuat setiap orang percaya tidak lagi hidup dalam kedagingan melainkan dalam Roh (ay. 4-8). Lalu Rasul Paulus juga menjelaskan bahwa tubuh daging kita mati karena dosa, tetapi kemudian Roh yang diberikan Allah itu yang membuat kita dapat hidup (ay. 9-11). Dari penjelasan Rasul Paulus ini, seharusnya dapat membuat kita melihat betapa istimewa kematian Yesus bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya.
Tetapi keistimewaan itu tidak hanya berhenti pada penjelasan Rasul Paulus tersebut. Dalam ayat yang kita baca Rasul Paulus menerangkan bahwa Roh yang diberikan Allah melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus itu menjadikan kita sebagai anak-anak Allah (ay. 14). Betapa luar biasa ketika kita menyadari keadaan kita yang adalah manusia biasa yang penuh dengan dosa, kemudian dijadikan anak oleh Tuhan kita. Bukan hanya diangkat sebagai anak, kita pun dapat memanggil Dia dengan sebutan "Bapa" (ay. 15). Lebih lagi rasul Paulus juga menerangkan bahwa jika kita adalah anak, maka kita akan mewarisi janji-janji Allah (ay. 17). Ini adalah keistimewaan yang luar biasa yang hanya dimiliki oleh orang-orang percaya. Dengan hanya percaya kepada Yesus kita dapat memiliki keistimewaan ini, tanpa biaya dan tanpa mendaftar.
Tetapi ada satu hal yang perlu dicatat, yaitu bahwa Paulus tidak menjanjikan hidup yang aman dan damai sejahtera. Sekalipun keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera (ay. 6), tetapi kita tetap perlu mengusahakannya. Maka dari itu Paulus berkata bahwa setiap kita akan mewarisi janji Allah jika kita turut menderita bersama Kristus, sehingga kita juga akan dimuliakan bersama Kristus (ay. 17). Menderita karena apa? Dalam konteks bacaan kita Paulus sedang menekankan bagaimana kita perlu melawan bahkan mematikan keinginan daging kita (ay. 13), dan inilah salah satu penderitaan yang mungkin perlu kita tanggung selain masalah-masalah hidup kita, yaitu melawan keinginan daging kita.
Maka dari itu, kita yang sudah menerima keistimewaan sebagai orang percaya perlu sungguh-sungguh hidup dalam Roh. Kita tidak lagi hidup dalam kedagingan atau kuasa dan belenggu dosa. Kita telah menjadi anak-anak Allah dan kita akan mewarisi janji-janji Allah. Tetapi dalam hal ini kita diingatkan bahwa kita perlu berjuang untuk dengan sengaja melawan dan mematikan kedagingan kita untuk dapat tetap hidup dalam Roh. Mari kita berjuang bersama untuk tetap hidup menurut kehendak Bapa kita di Sorga.
Pokok Doa:
1. Persiapan kebaktian Minggu
2. Persiapan Retreat Remaja-Pemuda GKI Coyudan
3. Jemaat yang sakit dan lanjut usia