KEBANGKITAN YESUS MELENYAPKAN KETAKUTAN
Takut adalah perasaan yang bisa muncul dalam diri semua orang tanpa terkecuali (siapapun dia), bahkan tidak sedikit orang-orang berkuasa yang kelihatannya tidak memiliki rasa takut justru bisa jadi adalah orang-orang yang paling takut kehilangan sesuatu.
Contohnya: para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, begitu takutnya mereka kehilangan otoritas dan kekuasaannya atas kehidupan keagamaannya karena pengaruh Yesus yang begitu cepat menyebar dan banyak orang mengikuti Dia. Karena merasa terancam dan takut kehilangan pengaruh dan kekuasaan mereka sebagai pemuka agama dan pengaruh dalam kekuatan politik, maka mereka memusuhi Tuhan Yesus yang pengaruhnya semakin besar di kalangan masyarakat Yahudi.
Perasaan takut itu menekan hati mereka sedemikian rupa sehingga membuat mereka mau melakukan apapun demi mendapatkan rasa aman mereka, bahkan dengan cara membunuh orang yang tidak bersalah sekalipun. Setelah mereka berhasil ”menyingkirkan” Yesus, adakah mereka mendapatkan rasa aman? Tidak sama sekali! Justru semakin gelisah dan semakin besar kejahatan mereka sehingga banyak pengikut Yesus yang di kemudian hari menjadi korban kekejaman mereka.
Di sisi lain, para murid Yesus pun dirundung oleh perasaan terancam dan ketakutan karena orang-orang Yahudi yang mencari-cari mereka karena mereka adalah murid-murid Yesus. Rasa takut membuat mereka bersembunyi dan tidak berdaya untuk berbuat apa-apa; bahkan sebagian dari para murid itu juga ada yang pulang kembali ke tempat asal mereka.
Namun ketika para murid berjumpa dengan Tuhan Yesus yang bangkit, mereka menemukan penghiburan dan kekuatan sejati yang membuat mereka berani untuk keluar dari tempat persembunyian mereka. Rasa takut mereka hilang begitu saja setelah Roh Kudus dicurahkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Tidak ada keraguan lagi dalam hati mereka untuk memberitakan kabar keselamatan dan pengampunan dosa sekalipun mereka menghadapi ancaman dan aniaya sedemikian hebatnya.
Demikian setiap kita yang percaya akan Kristus Yesus yang telah bangkit, jangan lagi ada keraguan dan ketakutan dalam memberitakan kebenaran kasih Allah, dan bahwa keselamatan kita telah dijamin di dalam Kristus Yesus. Karena itu, hiduplah di dalam Dia yang telah bangkit dan hidup. Haleluya. Amin.
(Ibu Decy Veronica)