KEBANGKITAN ORANG MATI
Bacaan: I Korintus 15: 21-23
"Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya."
Banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana kebangkitan orang mati akan terjadi? Secara ilmu pengetahuan maka tubuh yang sudah mati, bahkan sudah menyatu dengan tanah, tidak akan bisa hidup lagi. Sehingga ada orang yang tidak percaya akan adanya kebangkitan orang mati.
Dalam kehidupan orang Yahudi, ada kelompok yang tidak percaya akan kebangkitan orang mati, yaitu golongan Saduki. Orang Saduki sebenarnya termasuk kelompok kelas atas Yahudi yang hidupnya fokus pada ibadah di Bait Suci. Namun mereka tidak percaya akan kebangkitan orang mati. Kebangkitan orang mati bagi mereka merupakan sebuah kebodohan karena tidak bisa dinalar.
Dalam kehidupan saat ini pun banyak orang yang tidak percaya akan kebangkitan orang mati, yang ditandai dengan hidupnya hanya memprioritaskan keinginan daging, yaitu hidup enak di dunia ini, berusaha memuaskan keinginan hawa nafsu duniawi yaitu mencari kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan yang semuanya fana, tanpa memikirkan kehidupan setelah kematian.
Bacaan firman Tuhan pada hari ini menegaskan bahwa kebangkitan orang mati itu nyata. Ada kebangkitan tubuh setelah kematian, seperti Kristus yang telah bangkit, dan tubuh sorgawi itu akan hidup kekal bersama Bapa di sorga. Jalan menuju kehidupan kekal itu hanya melalui iman percaya kepada Yesus Kristus, Sang Mesias, Anak Allah.
Tuhan Yesus merupakan teladan hidup bagaimana hidup di dunia ini, yaitu dengan menyalibkan segala keinginan duniawi yang berpusat pada pikiran dan kehendak manusia, dan menyerahkan hidup pada kehendak Allah, yaitu hidup dalam ketaatan melaksanakan firman Tuhan.
Saat fokus hidup kita pada Allah, maka penderitaan yang dialami di dunia ini tidak akan mampu menggoyahkan iman kita, karena Roh Kudus yang hadir dalam kehidupan orang percaya, akan memberikan kekuatan. Artinya, pada saat kita menghadapi pencobaan dan penderitaan, hati kita masih tetap merasakan damai sejahtera dan sukacita. Itu terjadi karena kita memiliki pengharapan akan kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus.
Pada saatnya, manusia yang telah mati akan bangkit dan dihakimi. Tetapi mereka yang telah diperdamaikan oleh darah Kristus melalui iman percaya mereka, telah tersedia tempat di sorga bagi mereka, karena mereka menjadi milik Kristus. Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang percaya kepada-Nya dan yang menjadi milik-Nya, akan bangkit dan hidup bersama Bapa selama-lamanya.
Oleh karena itu, marilah kita hidup seperti Kristus, hidup dalam perdamaian, baik kepada semua orang, hidup saling menolong dan menunjukkan kasih tanpa pamrih, seperti Kristus mengasihi kita. Kiranya Tuhan menolong dan memimpin hidup sehingga hidup kita berkenan di hadapan Tuhan sampai Kristus datang kembali. Amin
Pokok Doa:
- Keamanan dan ketertiban kota Solo Raya (eks-Karesidanan Surakarta) menjelang Lebaran.
- Pelayanan di GKI Coyudan dan Pos Jemaat.
- Anggota jemaat yang sedang sakit dan berbeban berat.
Sujud Swastoko