KARUNIA ROH UNTUK MEMBANGUN JEMAAT

  •  Sujud Swastoko
  •  

Hari ini kita memperingati peristiwa turunnya Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul 2 disebutkan: “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah api seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Peristiwa turunnya Roh Kudus menjadi tanda dimulainya tugas pemberitaan Injil oleh para rasul setelah Tuhan Yesus naik ke sorga. Para murid sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga sudah menerima Roh Kudus, yaitu pada saat Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka. “Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus,”. (Yoh.20:22). Namun, pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta membuat para murid penuh dengan Roh Kudus dan mereka berani bersaksi memberitakan Injil Yesus Kristus. Mereka memiliki karunia untuk berkata-kata yang bisa dimengerti oleh orang dari berbagai tempat, seperti orang dari Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia, orang Kreta, orang Arab.

Karunia berbahasa yang dimiliki para murid sehingga kata-kata mereka bisa dimengerti orang dari berbagai negara menunjukkan bahwa Roh Kudus bekerja melalui orang-orang percaya untuk memberitakan kasih Allah, sesuai dengan kehendak Roh tersebut. Setiap orang percaya diberikan karunia Roh sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah sendiri. Ada yang diberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, diberikan karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan, karunia untuk menyembuhkan, untuk bernubuat dan sebagainya. Semua karunia tersebut untuk kepentingan bersama (1 Korintus 12:7).

Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita juga diberikan karunia rohani yang digunakan untuk kepentingan pelayanan Tubuh Kristus (Gereja). Setiap orang diberi karunia yang berbeda-beda untuk saling melengkapi, semuanya ditujukan untuk membangun Jemaat sehingga bisa melaksanakan misi Allah dengan baik. Seperti tubuh yang terdiri dari banyak anggota, maka kita juga dikarunia Roh sebagai bagian dari tubuh Kristus untuk saling membantu dan menopang. Kiranya Roh Kudus terus memampukan kita untuk menjalankan tugas pelayanan sesuai panggilan kita masing-masing. Selamat hari Pentakosta. 

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.