KAGUM AKAN KEMAHA KUDUSAN TUHAN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Jum’at, 2 Mei 2025


Yesaya 6:1-4

KAGUM AKAN KEMAHA KUDUSAN TUHAN


Manusia adalah makhluk yang seringkali mudah kagum terhadap hal-hal spiritual; benda-benda yang pernah dipakai orang-orang suci, atau gedung-gedung megah yang menjadi sejarah kehidupan iman pada masa-masa tertentu; makam Yesus, bukit Golgota, dan berbagai hal lainnya. Semua itu dapat memberikan ketakjuban dan kekaguman yang membuat orang merasa diri “tidak layak” dan perasaan betapa kudus tempat-tempat itu dan benda-benda peninggalan masa lalu itu. 


Tetapi uniknya, tidak semua orang yang kagum dan takjub akan ”barang dan tempat suci” itu menunjukkan kekaguman hatinya kepada Tuhan dengan rasa hormat dan kekaguman akan kekudusan Tuhan Allah sehingga takjub tunduk pada kebesaran dan keagungan Tuhan Allah. 


Melalui Yesaya kita diingatkan bahwa makhluk kudus seperti Serafim pun sesungguhnya menunjukkan ”ketidaklayakan” diri mereka di hadapan Allah; hal ini ditunjukkan dengan sikap menutup muka dan kaki mereka dengan sayap. Serafim sebagai makhluk kudus pun merasa tidak layak untuk berhadapan muka dengan Allah yang Maha Kudus !


Sebagai manusia yang berdosa, semestinya kita belajar dari para serafim; merasa tidak layak dan tidak pantas untuk berjumpa dengan Allah yang Maha Kudus ! Dan sebagai bentuk kesadaran itu, kita semestinya hidup sujud pada kehendak Allah dan taat hanya kepada DIA yang sudah menebus kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus. 


Dan sebagai umat yang dikuduskan oleh Kristus Yesus, baiklah kita belajar mengakui kekudusan Allah dengan seluruh kehidupan kita : 

a. Melalui perkataan kita : sehingga kita menjaga mulut kita dari fitnah dan perkataan yang kotor/hina

b. Melalui pikiran kita : memikirkan hanya hal yang baik dan pada setiap kehendak Allah.

c. Melalui perbuatan kita : melakukan apa yang berkenan di hati Tuhan, dan bukan apa yang kita inginkan sebagai manusia berdosa. 


Demikianlah kita bersyukur atas penebusan dan pengampunan Allah dalam Kristus Yesus, dengan seluruh kehidupan kita yang tunduk kepada DIA yang Maha Kudus. Amin. 


Pokok Doa :

1. Untuk persiapan masa Pentakosta.

2. Untuk hikmat dan kebijaksanaan bagi Majelis Jemaat GKI Coyudan dalam setiap pengambilan keputusan dan mengambil tindakan.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.