HIDUPLAH SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG
Renungan Harian GKI Coyudan
Jumat, 13 Maret 2026
Bacaan: Efesus 5:1-9
========================
HIDUPLAH SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG
"Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang."(Efesus 5:8b)
Tiap tahun, saat merayakan Para-Paskah, semua jemaat menerimah tanda Salib di dahi masing-masing sebagai tanda puasa dan berpantang. Selama berpuasa dan berpantang, tentunya suasananya lain dari yang biasanya. Banyak jemaat yang mulai dijamah Tuhan. Salah seorang di antaranya adalah Pak Jo, (bukan nama sebenarnya). Pak Jo, seorang pemuda senior yang memang sangat jarang ke gereja, namun saat itu ia mengambil keputusan untuk bertobat, dan itu merupakan hal yang spektakuler bagi kawan-kawannya, khususnya para panitia. Dan selama 40 hari ia mengikuti puasa dengan baik.
Selama masa puasa, semua jemaat aktif dalam pelayanan dan persekutuan setiap hari. Pada pagi hari mereka berkumpul dan rajin mengadakan persekutuan doa pagi. Pak Jo juga hadir di antara mereka. Tanpa terasa dua bulan telah berlalu. Delapan minggu masa perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus telah dijalani. Keadaan mulai berubah, jumlah jemaat yang hadir di persekutuan, secara perlahan mulai menyusut. Banyak yang tidak hadir lagi dalam Persekutuan Doa, termasuk Pak Jo. Ke mana mereka? Rupanya, masing-masing mereka sudah tidak merasakan suasana pada saat Puasa dahulu. Ada yang hilang.
Jemaat terkasih, seringkali kita merasakan hal yang sama dengan Pak Jo. Saat kita baru memulai puasa, semangat kita sepertinya sedang dibakar. Kita jadi senang berdoa, rajin ke gereja dan ikut Persekutuan-persekutuan Doa, rajin membaca Alkitab, pokoknya semua yang berbau rohani amat menggairahkan kita. Tapi jangan lupa bahwa aktivitas kerohanian seperti itu tidak akan membuat kita jadi "lebih rohani" daripada yang lainnya. Bisa jadi kita malah jenuh untuk melakukan renungan pribadi dan doa pribadi dan sebagainya. Itu karena kita menganggap bahwa jika Puasa berakhir, maka semuanya berhenti sampai di Paskah. Kita lupa bahwa justru saat puasa usai, pekerjaan kita baru saja dimulai.
Jemaat yang terkasih, dalam bacaan ini, kita di ajak untuk harus mulai hidup dalam kasih (ayat 2), hidup dalam kekudusan (ayat 3), dan menjauhkan diri dari perkataan kotor serta menaikkan ucapan syukur (ayat 4). Bahkan kita perlu berhati-hati atas segala perkataan yang hampa dan menyesatkan (ayat 6). Itu semua diperlukan agar kita dapat hidup sebagai anak-anak terang (ayat 8b). Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran (ayat 9). Jika kita sudah memulai segalanya di dalam Tuhan, lebih baik kita terus memeliharanya sampai akhir. Ingat.... Pekerjaan kita belum selesai. Allah mau terus membentuk kita untuk menjadi saksi kemuliaan-Nya di dunia ini. Tidak ada kata berhenti, kecuali kita sudah tiba di tempat perhentian yang Tuhan tetapkan untuk kita mengakhiri semua di dunia ini. Kiranya kemuliaan-Nya menyelimuti kita semua menjadi anak-anak terang.
Doa :
=====
Ya Allah Maha pengasih, Engkaulah sumber kehidupan kami. Jika hari ini kami di ijinkan untuk melanjutkan hidup kami, itu semua adalah anugerah-Mu yang kami peroleh. Mampukan kami agar kami terus mengerjakan kehendak-Mu di sepanjang kehidupan kami, dan biarlah kasih setia-Mu memenuhi hati kami di sepanjang hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.. Amin. (Johanis Melsasail)