HIDUP DALAM KASIH & DAMAI
1 Petrus 3:8-12
Firman Tuhan melalui surat Petrus yang menjadi bacaan kita hari ini menghendaki agar jemaat Tuhan hidup dalam kasih dan damai. Apabila hal ini bisa diwujudkan maka kehidupan gereja Tuhan akan penuh dengan kedamaian, hidup saling memperhatikan, saling mempedulikan, masing-masing bisa menjaga diri dengan baik, sehingga kasih benar-benar terlihat nyata dalam kehidupan umat Tuhan.
Surat ini mula-mula ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi yang terpaksa pergi dari Yerusalem karena penganiayaan dan penyiksaan yang dilakukan oleh Kaisar Nero terhadap orang-orang Kristen. Pada saat itu, di seluruh Kekaisaran Romawi, termasuk di Yerusalem, orang-orang Kristen banyak yang dianiaya, disiksa dan dibunuh karena iman mereka. Hal inilah yang menyebabkan orang-orang Kristen melarikan diri keluar dari Yerusalem.
Petrus sendiri yang saat itu kemungkinan berada di Roma tidak lepas dari penderitaan, bahkan dia dijatuhi hukuman mati. Namun dalam kondisi seperti itu, karena kuasa Roh Kudus, dia menuliskan surat untuk orang-orang Kristen di luar Yerusalem agar mereka tetap kuat dan hidup sesuai Firman Tuhan. Petrus menyebutkan ada lima hal yang perlu dimiliki oleh orang-orang Kristen sebagai Jemaat Tuhan, yaitu: seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.
Lima hal tersebut menjadi kunci agar sebuah Jemaat bisa hidup dalam perdamaian dan kasih, semakin kuat dan teguh dalam menjalani kehidupan bersama dengan bertumpu pada kebenaran firman Tuhan. Hal lain yang perlu diperhatikan setiap orang Kristen adalah: ”dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memberoleh berkat.”
Itu berarti setiap orang harus bisa mengendalikan diri dengan baik, seperti menjaga lidah dan bibir agar tidak mengatakan hal-hal yang jahat dan menipu, juga menjauhi yang jahat, melakukan yang baik, serta mencari perdamaian. Orang Kristen harus benar-benar menunjukkan identitasnya sebagai anak-anak Allah, menjadi pengikut Kristus yang penuh kasih dan hidup dalam kebenaran.
Firman Tuhan mengatakan, ”Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.” Artinya Tuhan menginginkan agar anak-anak-Nya hidup dalam kasih dan damai, serta menjauhi kejahatan.
Sebagai umat yang telah ditebus oleh darah Kristus, maka firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar sebagai sebuah komunitas Tubuh Kristus, kita memiliki kepedulian terhadap sesama, hidup dalam kasih dan perdamaian yang ditunjukkan melalui sikap hidup kita sehari-hari. Dalam situasi sulit pun kita harus menunjukkan kasih itu dengan baik, dengan ketulusan walau harus siap menderita, seperti yang diteladankan para rasul dan Tuhan Yesus sendiri.
Kiranya Tuhan menolong kita sehingga gereja kita benar-benar menerapkan hidup dalam kasih dan perdamaian. Tuhan memberkati. Amin.
Pokok Doa
1. Persiapan dan pelaksanaan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus.
2. Jemaat yang menghadapi persoalan berat: pekerjaan, keuangan, sakit penyakit, relasi dalam keluarga, dsb.