HIDUP DALAM BERKAT ALLAH
Bilangan 6:22-27
Bacaan kita hari ini adalah bagian di mana Tuhan memerintahkan kepada Musa untuk mengajarkan kepada Harun (dalam hal ini sebagai Imam) untuk memberkati umat Israel ketika mereka berada di gunung Sinai dan akan melakukan perjalanan di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Berkat Tuhan ini adalah hal terpenting yang umat perlukan dalam perjalanan mereka yang tidak pasti dan berat itu. Tidak pasti dari segi waktunya (berapa lama) dan jaraknya (seberapa jauh atau dekatnya) , dan berat dari segi medan perjalanan dan tantangan/ancaman yang harus di hadapi (baik dari dalam, maupun dari luar) .
Bukankah demikian juga halnya dengan kehidupan kita sebagai umat Tuhan di masa kini ? Hidup kita bagaikan sebuah perjalanan iman di tengah ketidak pastian jaman ? Selalu menghadapi pergumulan dalam kehidupan; terkadang persoalan yang ringan, tetapi juga sesekali pergumulan yang berat di hadapan. Suatu saat kita berjalan dengan penuh kepastian dan dengan hati yang teguh, namun terkadang tiba-tiba harus menghadapi kebimbangan dan kegamangan yang kita sendiri tidak tahu ke mana ujung perjalanan yang akan kita tempuh itu berakhir ?!
Di tengah segala ketidakpastian hidup inilah berkat Tuhan juga dicurahkan atas kita sebagai umat Tuhan, yaitu bahwa :
1. TUHAN memberkati dan melindungi.
Seperti Tuhan memberkati bangsa Israel dengan roti manna dan daging burung puyuh, dan melindungi dengan tiang awan dan tiang api, bukankah berkat dan perlindungan Tuhan itu adalah sebuah jaminan keselamatan yang juga kita perlukan (dan dapatkan) dalam perjalanan hidup kita ?! Bukankah di dalam kesusahan kita akan dicukupkan, di dalam pergumulan kita akan diberikan perlindungan jika kita hidup di dalam DIA yang menjamin keselamatan kita semua, yaitu Tuhan Yesus Kristus ?!
2. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi kasih karunia.
Ini berarti bahwa sebagai umat Tuhan kita diberi pancaran kemuliaan Allah sebagai kasih karunia, bukan karena baik dan hebat kita ?! Karena itu jangan sia-siakan kemuliaan Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kita itu, marilah kita hidup menguduskan diri (mengkhususkan diri) bagi Allah.
3. TUHAN menghadapkan wajah-Nya dan memberi damai sejahtera.
Jika Tuhan menghadapkan wajah-Nya berarti ada perkenanan Allah yang diberikan bagi kita. Perkenanan Allah itulah yang menghasilkan damai sejahtera dalam hati setiap kita yang sungguh percaya dan hidup di dalam DIA.
Karena itu rasakanlah berkat Allah, hiduplah dalam kekudusan kasih-Nya dan terimalah damai sejahtera Allah dengan cara hidup di dalam DIA yang sudah menyerahkan nyawa-Nya demi penebusan kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Selamat merasakan dan menikmati berkat dan perlindungan Tuhan di tahun 2024 ini. Amin.
Pokok Doa :
1. Berdoa untuk komitmen mengikut Tuhan lebih sungguh di Tahun Baru 2024.
2. Berdoa untuk Pemilu yang semakin dekat (hikmat bagi para paslon dan parpol untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi