MASA PERUBAHAN SELALU TIDAK MUDAH

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Rabu, 13 Mei 2026


Yohanes 16:16-24

Masa Perubahan Selalu Tidak Mudah


Hidup adalah rangkaian dari berbagai proses peralihan atau transisi. Kita berpindah dari masa bermain ke masa sekolah, dari sekolah kemudian bekerja, dari lajang ke pernikahan, dari hidup tenang ke situasi tegang, atau dari kepastian ke ketidakpastian. Transisi terkadang menjadi masa yang menyakitkan, membingungkan, dan membuat takut. 


Dalam perikop ini, para murid memasuki masa transisi, dari kehidupan yang menyenangkan, penuh dengan pengalaman ajaib bersama Tuhan Yesus, memasuki masa sengsara, penderitaan, kedukaan, kehilangan bagi para murid. Karena apa ? Karena mereka akan menjadi saksi akan kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga.


Saya membayangkan, ketika Tuhan Yesus berkata, "Tinggal sesaat lagi dan kamu tidak melihat Aku lagi ..." , para murid-murid langsung dirundung kebingungan, dan kecemasan. Mereka yang selama ini terbiasa bersama Yesus secara fisik, bersandar pada Yesus dalam segala hal, dan mereka tidak siap menjalani kehidupan mereka tanpa kehadiran Yesus.


Transisi ini bukan berarti Tuhan meninggalkan para murid, tetapi Tuhan sedang membawa mereka pada tingkat hubungan yang lebih dewasa; yaitu hidup oleh iman, bukan karena melihat dengan mata.


Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan seorang perempuan yang melahirkan. Saat bersalin, ada dukacita (sakit) , tetapi setelah anak lahir, sukacita menggantikan sakit tersebut. Demikian halnya masa transisi seringkali terasa seperti rasa sakit melahirkan, meratap karena kehilangan kenyamanan. Tetapi Tuhan Yesus menegaskan, bahwa "Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita" . 


Ya, kematian Yesus yang pada mulanya akan menjadi duka cita mereka, tetapi itu semua akan berubah justru menjadi sukacita mereka karena kebangkitan Yesus, dan kebangkitan-Nya itu kekal. Dukacita dalam masa transisi hidup kita adalah sementara, tetapi sukacita yang dikerjakan Tuhan melalui perubahan itu bersifat kekal.


Hari ini firman Tuhan ingin mengajak kita untuk tabah dan tidak perlu takut pada masa transisi. Karena masa transisi yang terjadi dalam kehidupan kita justru seringkali membawa kita untuk mengalami pertumbuhan dan kedewasaan iman. Karena itu, jika mungkin saat ini Anda sedang berada dalam masa yang berat : kehilangan pekerjaan, perpindahan pelayanan, atau situasi keluarga yang berubah, jangan takut ! Karena di tangan Tuhan, masa transisi bukanlah akhir, tetapi sebuah proses menuju sesuatu yang lebih besar.


Percayalah, jika kita terus mengasihi Yesus dan menuruti perintah-perintah-Nya maka dukacita Anda saat ini akan diubah-Nya kelak menjadi sukacita yang penuh dan yang kekal. Karena itu berdoalah, kepada Tuhan untuk kekuatan dan ketabahan menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Tuhan Yesus kiranya menolong kita semua. Amin.


Pokok Doa : 

1. Untuk kesejahteraan hidup para guru dan pengajar di Indonesia.

2. Untuk hikmat dan kebijaksanaan serta hati nurani yang tulus bagi para pemangku jabatan di Indonesia.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.