HIDUP BAGI TUHAN, BUKAN UNTUK MANUSIA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Selasa, 17 Maret 2026
HIDUP BAGI TUHAN, BUKAN UNTUK MANUSIA
Kolose 1: 9-10 TB
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,"
Di era digital saat ini, tidak sedikit orang melakukan sesuatu agar dilihat dan dipuji oleh orang lain. Ketika berbuat baik, kadang muncul keinginan agar orang lain mengetahuinya. Bahkan dalam kehidupan rohani pun kita bisa tergoda melakukan sesuatu supaya dianggap baik, saleh, atau rohani oleh orang lain. Tanpa sadar, motivasi hati kita bisa bergeser: bukan lagi untuk Tuhan, tetapi untuk penilaian manusia. Lalu pertanyaannya, sebenarnya untuk siapa kita menjalani hidup ini?
Rasul Paulus berdoa agar jemaat di Kolose dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak Allah, sehingga mereka dapat hidup layak di hadapan Tuhan dan menyenangkan Dia dalam segala hal (Kol. 1:9–10). Fokusnya jelas: hidup yang berkenan kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Hidup seperti ini terlihat dalam buah perbuatan baik dan dalam pertumbuhan pengenalan akan Allah. Ketika seseorang semakin mengenal Tuhan, hidupnya akan diarahkan untuk melakukan apa yang berkenan di hati-Nya—bukan demi pujian orang lain, tetapi karena ia sungguh ingin menyenangkan Tuhan. Motivasi ini lahir dari kesadaran akan apa yang sudah Allah kerjakan bagi kita, yaitu penebusan dan pengampunan dosa.
Hari ini, dalam setiap perkataan, sikap, dan tindakan kita, mari bertanya: apakah yang kita lakukan ini untuk mendapatkan pujian manusia, atau untuk menyenangkan hati Tuhan?
Kiranya hidup kita semakin menjadi hidup yang berkenan di hadapan-Nya. Amin.
Pokok Doa:
1. Anak-cucu dalam tumbuh-kembangnya
2. Relasi anak dengan orang tua dan anak dengan saudara/inya
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan berduka
Yohana Jessica