HATI YANG PEKA
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 8 Maret 2025
Hati yang Peka
Markus 10: 48-49a
Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!”
Pernahkah saudara/i melihat lampu sensor gerak? Lampu ini hanya menyala ketika mendeteksi adanya pergerakan di sekitarnya. Jika tidak peka, ia tetap mati meskipun ada orang yang membutuhkan cahaya. Begitu pula dengan hati kita. Apakah kita cukup peka untuk “menyala” ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan? Ataukah kita tetap “mati”, tidak menyadari kesulitan di sekitar?
Yesus menunjukkan kepekaan hati-Nya ketika Bartimeus berseru meminta belas kasihan. Saat banyak orang mengabaikannya, Yesus justru berhenti, mendengarkan, dan memulihkan penglihatannya. Ia tidak hanya menyadari kebutuhan Bartimeus, tetapi juga bertindak untuk menolongnya.
Dalam kehidupan yang sibuk, kita sering tidak menyadari bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Marilah kita meneladani Yesus dengan memiliki hati yang peka, mau mendengar, dan bertindak untuk menolong sesama. Kepekaan sejati bukan hanya merasakan, tetapi juga melakukan sesuatu bagi mereka yang membutuhkan. Amin.
Pokok Doa
1. Pergumulan jemaat di berbagai kalangan usia, khususnya anak dalam tumbuh-kembang rohani dan jasmaninya.
2. Korban banjir di Bekasi & sekitarnya serta pemulihan lingkungan & infrastruktur yang terdampak
3. Kondisi sosial & politik Indonesia.
Yohana Jessica