DIUTUS UNTUK BERSAKSI

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Sabtu, 5 Juli 2025

Bacaan: Lukas 9:1-6


Diutus untuk Bersaksi


Berbicara tentang pengutusan dan bersaksi, mungkin kita akan teringat pada kisah kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga. Tetapi ternyata pengutusan murid-murid sudah pernah terjadi bahkan sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga. Jadi adakah perbedaannya? Apakah yang satu lebih berdampak dan yang lain tidak?


Dalam perikop yang kita baca, Yesus dengan jelas mengutus murid-murid-Nya untuk pergi memberitakan Injil. Bagaikan sebuah ujian atau ulangan bagi para murid, mereka pun mengerjakannya sesuai dengan perintah Yesus. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka hanya perlu membawa sedikit perlengkapan. Selain itu, ketika mereka mendapatkan sebuah penolakan, maka mereka perlu mengebaskan debu dari jubah mereka sebelum keluar dari kota itu. Apakah maksudnya semua itu?


Membawa perlengkapan sedikit dengan tujuan membuat para murid lebih mengandalkan providensi Allah, atau bergantung penuh kepada Tuhan. Selain itu karena pada waktu itu belum ada koper untuk membawa banyak barang, sehingga mereka tidak dapat membawa banyak barang. Lalu transportasi juga menjadi satu alasan, karena kebanyakan mereka pada waktu itu menunggangi keledai, kuda, dan unta, membuat mereka jadi lebih terbatas. Tapi pada intinya adalah bagaimana murid-murid menjalani tugas mereka dengan bersandar penuh pada Tuhan.


Mengebaskan debu adalah sebuah tindakan simbolis. Bukanlah sesuatu yang harus dan kewajiban orang percaya. Hal ini dilakukan sebagai tanda bahwa orang-orang yang menolak Injil perlu menanggung sendiri kebinasaan yang menanti mereka. Sebab menurut Injil, kabar baik yang disampaikan adalah tentang keselamatan yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Maka dari itu bagi mereka yang menolak berita itu, mereka perlu menanggung kebinasaan mereka sendiri.


Tetapi dari kedua hal yang menjadi persyaratan, marilah kita fokus kepada Injil itu sendiri. Ketika kita fokus untuk memberitakan Injil, maka sudah seharusnya kita bergantung pada Tuhan secara penuh. Selain itu kita juga akan dengan giat menceritakan kepada banyak orang tentang keselamatan yang Tuhan kerjakan, dan sebagaimana Yesus juga tidak ingin banyak orang tersesat, demikian pula kita.


Kita dipanggil untuk menjadi saksi-Nya. Kita diselamatkan untuk bersaksi tentang keselamatan itu kepada orang lain. Memang tidak semua akan diutus menjalani hal yang serupa dengan murid-murid Tuhan Yesus. Namun, semua orang percaya berperan dan berbagian dalam Amanat Agung Tuhan, yaitu pergi dan jadikan semua bangsa murid Kristus. Marilah kita bersatu dan menyerahkan diri kita diutus oleh Tuhan untuk pemberitaan Injil. Tuhan menguatkan setiap kita.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Persiapan-persiapan Bulan Anak

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.