MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 16 April 2026

Bacaan: 1 Petrus 1:8-9



MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP


1 Petrus 1:8-9   Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.



Persoalan adalah salah satu bagian hidup kita. Bila persoalan datang, biasanya pertanyaan yang muncul yaitu "mengapa". Pertanyaan ini penting sebab bila kita menemukan maksud Tuhan mengijinkan satu persoalan hadir dalam hidup kita, maka kita akan lebih mudah menerima dan menghadapinya dengan baik.


Untuk dapat menanggapi persoalan Hidup dengan baik, kita juga perlu bertanya darimana persoalan itu datang. Bila kita tahu sumber persoalannya, maka kita dapat mengambil tindakan penyelesaian yang tepat. 


1.Persoalan bisa terjadi karena kesalahan diri sendiri. Alkitab menyebutkan banyak contoh orang-orang yang jatuh dalam kesulitan akibat kesalahan mereka sendiri. Misalnya Simson, orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi Hakim bagi oreng Israel, tetapi hidup menuruti hawa nafsunya dan jatuh ditangan Delilah. Bila kesalahan ada pada kita, maka kita perlu bertobat dan berbalik dari jalan yang salah.


2.Persoalan bisa datang dari Tuhan. Tuhan mengijinkan persoalan terjadi untuk menguji kemurnian kasih dan iman kita kepadaNya. Ditengah penderitaan, iman ayub tetap bersinar. la mengikut Tuhan bukan sekedar karena berkat, tetapi karena Tuhan adalah Raja dalam hidupnya. Kita perlu belajar untuk tetap taat dan setia kepada Tuhan dalam keadaan apapun.


3.Persoalan bisa datang dari setan yang selalu mencari kesempatan untuk menyerang hidup kita. la menawarkan dunia, kuasa, kesenangan hidup atau menanamkan rasa takut dalam hati kita. Alkitab menasihatkan supaya kita melawannya dengan iman yang teguh. Dekatkan diri kepada Tuhan, maka la akan lari dari kita.


4.Persoalan juga bisa datang dari orang lain. Kisah hidup Jusuf merupakan contoh yang baik. Persoalannya datang dari keluarganya. Demikian pula Daud, yang dikejar-kejar oleh Saul karena iri hati. Kunci keberhasilan Jusuf dan Daud yaitu tidak membalas walaupun memiliki kuasa dan kesempatan untuk membalas. Lebih dari itu mereka mengampuni orang orang yang telah menyakiti hati mereka.


Doa  :

Ya Allah. Kiranya iman kami semakin bertumbuh dalam setiap proses hidup yang datang dan menimpa hidup kami. Sebab kami bersama Tuhan dalam menghadapi semuanya. Kami bersyukur di dalam nama Tuhan Yesus Kristu..Amin..

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.