DIKASIHI DAN MENGASIHI

  •  Yohana Jessica
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 25 Agustus 2025


Dikasihi dan Mengasihi

Yehezkiel 20: 17

Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.


Suatu hari, seorang anak kecil sedang belajar naik sepeda bersama ayahnya. Baru beberapa meter, ia terjatuh. Ia coba lagi, jatuh lagi. Hal itu terjadi berulang kali. Sang ayah bisa saja kesal karena anaknya lambat belajar. Tapi, ia memilih untuk tidak marah. Ketika sang anak jatuh, ia malah mengangkat anak itu, menuntunnya, sambil berkata: “Coba lagi, nak. Ayah di sini.” Ternyata, kasihnya lebih besar daripada rasa jengkelnya.


Rasanya, begitulah sedikit gambaran dari hati Tuhan yang besar terhadap umat Israel. Mereka keras kepala, berulang kali melawan, tetapi Tuhan tetap sabar. Meskipun murka-Nya nyata, belas kasih dan kasih setia-Nya lebih besar. Ia menahan hukuman yang seharusnya layak diterima umat Israel, dan tetap memberi kesempatan baru.


Inilah kabar yang meneguhkan kita: Tuhan yang sama juga sabar menghadapi kita. Ketika kita jatuh, gagal, atau bahkan keras hati, Ia tetap membuka tangan-Nya. Kasih dan kesabaran-Nya tidak pernah habis. Ia selalu buka jalan untuk kita bertobat dan dipulihkan.


Karena itu, jangan salah gunakan kesabaran Tuhan dengan terus hidup dalam kesenangan diri. Gunakan kesempatan ini untuk bersyukur, kembali setia, dan hidup benar sesuai kehendak-Nya. Belas kasih Tuhan bukan hanya alasan untuk kita diampuni, tetapi juga dorongan untuk hidup lebih baik dan semakin mengasihi-Nya.


Pokok Doa:

1. Anak-anak dalam masa studi & tumbuh-kembangnya.

2. Pergumulan jemaat: sakit, ekonomi, relasi orang tua - anak, dll.


Yohana Jessica

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.