DATANGLAH KERAJAANMU
Apakah Kerajaan Allah itu? Mengapa Tuhan Yesus mengajar berdoa “Datanglah KerajaanMu”?. Tak lain karena Kerajaan Allah adalah kerajaan kebenaran, kerajaan keadilan, kerajaan kasih, kerajaan kedamaian, dan seterusnya.
Jadi bila Yesus mengatakan “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” maka yang Ia serukan adalah agar kita berbalik, berbalik 180 derajat! Dari hidup yang dikuasai kepalsuan kepada hidup yang dikuasai kebenaran. Berbalik dari kecenderungan kesewenang-wenangan kepada cinta akan keadilan. Dari hati yang dikuasai dendam dan pembalasan, kepada hati yang penuh kasih dan pengampunan. Dari pertikaian dan perpecahan kepada pesekutuan dan perdamaian.
Ketika Yesus mengajar kita berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu” (Lukas 11:2), Ia menghendaki agar nilai-nilai Kerajaan Allah itu datang dan menguasai seluruh kehidupan kita. Oleh karena itu INGATLAH bahwa menerima Yesus tidak sama dan tidak cukup dengan menganut agama Kristen.
Bila kita sungguh-sungguh menerima Yesus, itu berarti kita harus menerima yang menjadi pokok dari ajaran Yesus dalam hidup kita. Kita mesti hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah: dalam hal kebenaran, dalam keadilan, dalam kasih, dalam perdamaian dan seterusnya.
Doa seperti yang dituliskan oleh Fransiskus dari Asisi adalah salah satu doa indah yang mengingatkan kita tentang menghadirkan Kerajaan Allah itu.
Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Tuhan, semoga aku ingin
menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami,
mencintai daripada dicintai,
sebab dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya.
(Ibu Esther Karundeng)