CURCOL
Yeremia 20:14-18
“Curcol” (Curhat Colongan) merupakan istilah anak muda zaman sekarang untuk menyebutkan curhatan yang bersifat Informal dan tidak memiliki keharusan untuk mendapatkan solusi dalam memecahkan masalah tertentu atau hanya ingin didengar. Karena pada prinsipnya, “Curcol” itu merupakan keadaan dimana seseorang hanya ingin melepaskan emosi yang terpendam atau perasaan yang kompleks agar mendapatkan suatu penguatan dan ketenangan batin.
Bacaan kita pada saat ini pun menggambarkan bagaimana Nabi Yeremia sedang “Curcol” kepada Tuhan akan segala masalah yang menimpa kehidupannya. Dengan Keluh kesah yang diutarakan oleh Nabi Yeremia bukan mau menunjukan bahwa ia kekurangan iman, melainkan suatu wujud penyerahan diri sepenuhnya kepada kuasa Tuhan yang tiada batasnya. Nabi Yeremia sadar bahwa melalui penyerahan diri sepenuhnya pada Tuhan, berarti ia menyadari akan kelemahannya sebagai manusia, dan kesanggupan Tuhan. Dengan keyakinan itulah, Nabi Yeremia semakin disegarkan dan diteguhkan untuk terus berjalan di jalannya Tuhan, karena ia yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu mendengarkan segala curhatannya dan selalu memberikan kasih tanpa syarat.
Meskipun curhatan Nabi Yeremia diawali dengan keluhan dan keputusasaan, namun melalui curhatan atau doanya kepada Tuhan mau mencerminkan suatu proses penyembuhan. Nabi Yeremia tidak pernah sekalipun ragu untuk datang dan mengatakan segala sesuatunya kepada Tuhan, karena ia tahu bahwa Tuhan akan selalu ada menyertai dirinya, dan datang kepada Tuhan merupakan suatu kesukaan dikala hati sedang tidak baik-baik saja.
Maka, pengalaman Nabi Yeremia ini menjadi pengingat bagi kita agar di dalam setiap langkah kehidupan, ingatlah Tuhan selalu bersedia mendengarkan setiap curhatan dan menerima doa kita dengan penuh kasih. Mari datanglah kepada-Nya dengan segala perasaanmu, baik sukacita maupun kesedihan. Dalam setiap curhatan dan doa, temukanlah kekuatan dan ketenangan yang hanya dapat ditemukan dalam hubungan erat dengan-Nya. Karena Tuhan adalah teman setia yang tidak pernah lelah mendengar dan memberikan kasih tanpa syarat.
Pokok Doa:
1. Bagi setiap umat yang sedang bergumul tentang sakit, duka, masalah pekerjaan, rumah tangga dll.
2. Bagi keamanan dan kesejahteraan NKRI.
3. Bagi penatalayanan GKI Coyudan.
Raphael Timotius Suy