CINTA DAN IMAN KRISTEN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: 2 Korintus 6:14-18

Sikap kompromis, sekaligus mengalah, selalu dipakai oleh muda-mudi Kristen sebagai strategi untuk membangun hubungan dengan pasangan tidak seiman. Banyak di antara muda-mudi kristen berpikir, "Bukankah saya mengalah dulu mengikuti agamanya, baru sesudah itu saya menariknya masuk menjadi pengikut Kristus" Rasanya sah-sah saja, tapi sesungguhnya pemikiran demikian amatlah konyol. 

Paulus berbicara tentang membangun hubungan dengan sesama, termasuk akan melangsungkan pernikahan, tidak boleh kompromi. Karena tidak terdapat kesamaan antara terang dan gelap, antara orang percaya dan orang tidak percaya. Oleh karena itu, perkawinan yang dilakukan tidak berdasarkan iman kepada Yesus Kristus merupakan pengkhianatan akan janji "sidi", yakni: YA DENGAN SEGENAP HATI. Terhadap sikap demikian tidak boleh diberikan toleransi apapun, sebab hal itu adalah penyangkalan terhadap TUHAN dan Gereja. 

Menurut Paulus,  kekudusan pernikahan Kristen harus di bangun dalam pemahaman bahwa:

1. Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?(Ayat 14).

2. Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku (Ayat 16).

3. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa (Ayat 18).

Jadi Membangun hubungan(Menikah) dengan orang yang seiman berarti menjaga kesucian cinta dan kesucian cinta bukan hanya diartikan menjaga kegadisan ataupun keperjakaan sang kekasih, tetapi juga yang terutama adalah menjaga kesetiaan dan cinta kepada Yesus Kristus yang telah menganugerahkan cinta itu. Kiranya Tuhan memberkati kita amin.

Pokok Doa:
1. Penatalayanan Gerja.
2. Pergumulan Jemaat.
3. Anak Cucu yang sedang Ujian Akhir Semester.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.