BUKAN KARENA JASAMU DAN BUKAN KARENA KEBAIKAN HATIMU
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Kamis, 27 Februari 2025
Ulangan 9:1-5
Bukan Karena Jasamu dan Bukan Karena Kebaikan Hatimu
Kehidupan ke-iman-an bukanlah sebuah jalan untuk menampakkan bahwa iman kita lebih besar daripada iman orang lain; bukan juga untuk membuktikan bahwa hidup kita lebih benar daripada orang lain. Tetapi kehidupan iman kita sesungguhnya adalah jalan bagi kita untuk melihat besarnya kasih dan setia Tuhan akan janji-janji-Nya kepada umat-Nya.
Itulah pesan dari bacaan kita hari ini, yaitu ketika Allah hendak menggenapi janji-Nya kepada Abraham bahwa keturunannya akan menempati suatu Tanah Perjanjian. Tuhan berjanji memberikan kekuatan dan kemenangan, dan itu dibuktikan-Nya di hadapan mata mereka dengan mengalahkan bangsa-bangsa yang kuat di Kanaan. Bukan karena ibadah mereka, bukan karena kebaikan dan kebenaran yang ada pada diri mereka, tetapi karena Allah tidak menyukai kefasikan hati bangsa-bangsa di tanah Kanaan.
Tuhan menyertai bangsa Israel dalam penguasaan tanah Kanaan oleh karena 2 alasan menurut bacaan kita, yaitu :
1. Menjadikan bangsa Israel sebagai penghukuman bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah, yang hidup dalam ke-fasik-an di tanah Kanaan (Ulangan 9:4).
2. Menepati janji-Nya kepada Abraham (Ulangan 9:5).
Kenapa pemahaman ini penting ? Karena Tuhan tidak menghendaki umat hidup dalam kesombongan rohani, dan dipenuhi perasaan lebih benar dan lebih baik daripada yang lain. Seolah-olah perbuatan merekalah yang membuat Tuhan membela mereka dan menang; seolah Tuhan berhutang kepada umat. Allah membenci kesombongan dan mengharapkan kerendahan hati umat untuk sedia hidup dalam tuntunan-Nya.
Hal inilah yang juga perlu ditanamkan dalam diri kita sebagai umat Tuhan di masa kini, yaitu bahwa kita dipilih untuk menjadi umat kepunyaan Tuhan bukan karena kita ini sudah berlaku benar dan sempurna, tetapi semata-mata oleh karena kemurahan Tuhan dan penggenapan janji penyertaan-Nya atas umat.
Karena itu, jangan sombong dan merasa hebat, sebab Tuhanlah yang melakukan semua yang baik bagi kita, bukan karena jasa dan kebaikan hati kita kepada Tuhan, tetapi karena Tuhan membenci ke-fasik-an, IA juga menyukai keadilan dan kebenaran. Karena itu hiduplah dalam kasih Allah, berlakulah adil dan benar. Amin.
Pokok Doa :
1. Untuk pergumulan korupsi di Indonesia.
2. Untuk kesatuan hati gereja-gereja Tuhan di Indonesia.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi