BERTAHAN DALAM PENANTIAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: 1Tesalonika 1:2-10


Menanti adalah sebuah tindakan yang sangat melelahkan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi tetapi kita harus terus menanti. Sebagian besar orang akan menjadi tidak sabar ketika harus menanti, sehingga akhirnya justru meninggalkan apa yang sebelumnya dinantikan. Bukankah sebagai orang percaya di dunia ini kita juga sedang berada di dalam masa menanti?

Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang masih muda rohani, sebab sebelum mereka mendengar lebih banyak pengajaran-pengajaran tentang kekristenan, Paulus harus pergi meninggalkan kota tersebut karena adanya perselisihan dengan orang-orang Yahudi di situ. Jemaat yang masih muda ini hanya mendapatkan sedikit pengajaran sehingga masih banyak hal yang masih perlu dipelajari lagi. Maka dari itu Paulus kemudian mengutus anak rohaninya yaitu Timotius untuk pergi melihat keadaan jemaat di Tesalonika lalu kemudian meresponi hal tersebut dengan mengirimkan surat kepada jemaat di sana untuk melanjutkan pengajarannya.

Dalam perikop yang kita baca, kita dapat menemui bahwa ada sebuah pujian yang diberikan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Rasul Paulus memuji pekerjaan iman, usaha kasih dan ketekunan pengharapan jemaat tesalonika kepada Yesus Kristus (ay. 3). Bahkan jemaat Tesalonika juga menjadi teladan bagi kota-kota di sekitar mereka (ay. 7-8). Hal inilah yang menjadi sebuah kegembiraan bagi rasul Paulus, ketika mengetahui bahwa jemaat yang masih muda itu justru dapat tetap tekun di dalam pengharapan mereka kepada Yesus Kristus dan juga dapat menjadi teladan bagi kota-kota lain.

Hal ini menunjukkan bahwa jemaat di Tesalonika sungguh-sungguh berusaha untuk menjaga iman mereka bahkan di dalam perselisihan yang terjadi pada waktu itu. Bahkan jemaat Tesalonika juga berusaha untuk berbalik dari berhala-berhala untuk datang dan melayani Tuhan (ay. 9). Sekalipun mereka masih muda dalam kerohanian, tetapi jemaat di Tesalonika mampu bertahan dalam iman mereka. Rasul Paulus juga menambahkan bahwa semua yang dilakukan oleh jemaat Tesalonika itu adalah sebuah usaha bertahan dalam penantian akan kedatangan Yesus untuk menyelamatkan kita dari murka yang akan datang (ay. 10).

Sebagai orang percaya hidup kita di dunia adalah sebuah penantian akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Maka dari itu bertahanlah dalam penantian. Setialah untuk tetap melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, agar ketika Ia datang, kita telah siap.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian acara natal
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.