BERJAGA DAN BERTAHAN

  •  Lydia Kwa She Ing
  •  

Lukas 21 : 5-19


Benteng Stelsel adalah strategi perang yang diterapkan Belanda untuk memenangkan peperangan dengan cara membangun benteng-benteng di wilayah yang dikuasai untuk mempersempit ruang gerak musuh, lalu menghubungkan antar benteng tersebut dengan jalan dan pasukan. Pelaksanaannya dilakukan dengan mendirikan benteng di beberapa kota yang sudah dikuasai untuk mengepung pasukan musuh. Taktik ini berhasil mempersempit pergerakan pasukan musuh hingga membuat banyak pemimpin perlawanan ditangkap.

        

Sebagai orang beriman, setiap hari kita juga berperang melawan godaan dunia yang ingin membuat kita jatuh dalam dosa dan hidup menjauh dari Tuhan. Godaan tersebut bisa berupa sesuatu yang menyenangkan seperti kekayaan, kepandaian, pangkat/ jabatan yang dapat membuat kita jatuh dalam kesombongan tetapi bisa juga dalam bentuk kesusahan dalam hidup, penderitaan dan lain-lain. Dari bacaan kita, Tuhan Yesus mengingatkan tentang akhir zaman, dimana akan terjadi  peperangan, kelaparan, gempa bumi, penganiayaan dan umat percaya harus tetap bertahan dan tidak takut karena Tuhan akan memberikan hikmat dan kekuatan di tengah penderitaan. Lalu apa strategi kita untuk dapat  berjaga dan bertahan dalam iman kepada Kristus. Setidaknya ada 3 hal yang bisa kita lakukan:

  1. Jangan pernah memulai hari tanpa doa dan merenungkan Firman Tuhan. Doa adalah nafas orang Kristen dan Firman Tuhan adalah pelita yang menerangi jalan hidup kita di dunia yang gelap. Tanpa doa kita seperti manusia yang tidak bernafas dan iman kita  perlahan-lahan akan mati dan kita tidak akan mampu menghadapi kesulitan dan penderitaan di dunia ini. Dan tanpa Firman Tuhan kita seperti berjalan dalam gelap tanpa arah yang jelas sehingga sangat mungkin membuat kita tersesat dan jatuh dalam dosa.

  2. Melibatkan Tuhan dalam segala aktivitas kita setiap hari dan jadikan hari ini seakan-akan menjadi hari terakhir dalam hidup kita sehingga kita menjalaninya dengan benar dan sungguh-sungguh melakukan kehendakNya. “Hidup adalah ibadah sejati” artinya ibadah bukan hanya ritual beribadah setiap hari Minggu ke gereja tetapi dalam setiap aspek  kehidupan kita sehari-hari, dalam tindakan, keputusan dari hal terkecil hingga terbesar harus dilakukan dengan takut akan Tuhan dan untuk memuliakan NamaNya.

  3. Akhiri hari dengan bersyukur karena Tuhan sudah menyertai langkah hidup kita hari ini dan memampukan kita untuk melewatinya. Mungkin masih terselip dosa atau hal-hal yang belum sesuai yang masih kita lakukan namun kita bisa memperbaiki dihari esok. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, menjadi slogan kita untuk terus berjuang dan bertahan didalam menghadapi kehidupan yang semakin sulit, penuh dengan godaan dan penderitaan.

 

         Akhirnya, teruslah berjaga dan bertahan dalam dunia ini bersama Allah yang hidup dalam iman dan pengharapan kepada Kristus di tengah godaan yang selalu ada di dalam kehidupan orang percaya. Amin.  (Pnt. Lydia Kwa She Ing)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.