BERDOA, BERTABAH DAN BERGIAT

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Kisah Para Rasul 4:23-31
Berdoa, Bertabah dan Bergiat

Penderitaan seringkali menjadi alasan bagi seseorang untuk undur dan kehilangan semangat dalam melayani Tuhan; hal ini dialami baik oleh pejabat gerejawi, para aktifis gereja, karyawan kantor gereja maupun anggota jemaat pada umumnya. 

Tetapi tidak demikian dengan para murid Yesus ketika mereka sudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang bangkit dan menerima Roh Kudus. Mereka selalu memaknai kehidupan pelayanan mereka dari sudut pandang iman yang teguh kepada Tuhan Yesus. 

Ketika penderitaan adalah bagian dari kehidupan Kristus untuk mengerjakan karya keselamatan bagi kemuliaan Bapa-Nya; para murid memandang penderitaan dan tekanan yang mereka alami dalam melayani kehendak Tuhan adalah bagian dari kasih karunia Allah bagi mereka yang dipandang layak untuk menderita bersama dengan Kristus.

Para murid selalu memperlengkapi diri dengan kerendahan hati untuk mengakui bahwa segala sesuatu yang dilakukannya dalam pelayanan semata-mata adalah oleh karena Kristus, demi nama Yesus dan dalam kuasa kasih Allah dalam Kristus Yesus. Sehingga para murid berpegang pada kesadaran bahwa segala keberhasilan mereka dalam pekabaran Injil bukanlah karena kemampuan mereka atau keahlian mereka dalam berkata maupun mengadakan mujizat. Semua itu semata-mata karena Allah yang berkarya melalui kehidupan mereka dalam pemberitaan Injil.

Dalam kasih dan kuasa Roh Kudus kita melihat bagaimana para murid mendapatkan keberanian dan keteguhan hati dari Tuhan untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Itu semua adalah karena para murid tetap melayani kehendak Allah dalam segala keadaan mereka dalam doa, ketabahan dan ketekunan.

Demikian halnya kehidupan kita sebagai murid-murid Tuhan di masa kini hendaknya belajar :
1.    Bertekun dalam doa untuk memohonkan penyertaan Tuhan dalam setiap pelayanan pemberitaan Injil melalui kehidupan sehari-hari kita.
2.    Bertabah dalam menanggung penderitaan oleh karena melakukan dan mengatakan kebenaran firman Tuhan.
3.    Bergiat dalam pelayanan sekalipun tantangan dan ancaman seringkali menghalau.

Sebab Kristus Yesus pun bertekun dalam doa bagi para murid-Nya, bertabah dalam penderitaan di kayu salib sampai akhir, dan giat untuk memberitakan Kabar Baik (yaitu berita pengampunan dan keselamatan) bahkan sampai pada kematian-Nya di kayu salib. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk kemurnian hati dan penyertaan Tuhan bagi para pelayanan Tuhan, baik di pelosok maupun di perkotaan.
2.    Untuk ketabahan dan kekuatan bagi para korban peperangan.
3.    Untuk para penyiar dan pengurus Radio Immanuel Solo.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.