BERBUAT SESUAI IMAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Senin, 17 Maret 2025


BERBUAT SESUAI IMAN

Roma 4:1-12


”Sebab, sekiranya Abraham dibenarkan berdasarkan perbuatannya, ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab, apa yang dikatakan Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Allah dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” (ay.2,3)


Abraham disebut sebagai bapa orang beriman, karena memang Abraham memiliki iman yang begitu besar kepada Allah. Ia percaya akan janji Allah, walaupun di tengah perjalanan hidupnya kadang ia bimbang. Namun pada akhirnya, ia tetap percaya kepada Allah. Iman percaya Abraham kepada Allah diperhitungkan sebagai kebenaran oleh Allah, dan itu terjadi pada saat ia belum sunat. Artinya sunat merupakan tanda atau meterai bahwa ia beriman atau percaya kepada janji Allah.


Demikian pula kita sebagai anak Abraham secara rohani, kita menerima meterai atau baptis atau sidi setelah lahir baru atau percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi. Selanjutnya, segala perbuatan yang kita lakukan harus sesuai dengan iman kita, yaitu hidup dalam ketaatan pada Firman Tuhan.


Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa iman merupakan dasar dari perbuatan kita. Abraham melakukan segala sesuatu karena iman. Ia berbuat sesuai imannya kepada Allah. Karena itulah, Allah memperhitungkan iman percayanya sebagai kebenaran. 


Hal itu menunjukkan bahwa keselamatan dari Allah diperoleh bukan karena perbuatan yang telah dilakukannya. Jika perbuatan tanpa iman bisa menyelamatkan, maka orang bisa menyombongkan diri, “Nih, saya orang yang baik. Semua perbuatan saya baik, maka saya akan menerima keselamatan.” 


Keselamatan merupakan anugerah dari Allah, bukan karena usaha atau perbuatan kita. Manusia yang berdosa tidak bisa selamat tanpa pertolongan Allah. Oleh karena itu, jika menyatakan iman percaya kita kepada Allah, percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka perbuatan kita harus mengikuti iman kita.


Jadi, perbuatan baik yang dilakukan bukan karena usaha untuk mendapatkan keselamatan, tetapi perbuatan baik itu dilakukan sebagai bukti bahwa kita memiliki iman di dalam Yesus Kristus. Dengan demikian, seluruh pikiran, perbuatan, dan perkataan harus didasarkan pada Firman Allah.


Kiranya Roh Kudus menolong kita dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik sesuai dengan iman kita kepada Tuhan, sehingga kita terus hidup dalam kebenaran dan hidup dalam perkenan Allah. Amin.


Pokok Doa

1. Kondisi perekonomian bisa semakin membaik.

2. Pelayanan  misi dan lembaga misi, melalui mereka akan semakin banyak orang yang percaya kepada Kristus.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.