BERANI MEMINTA DALAM DOA
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Sabtu, 24 Agustus 2024
BERANI MEMINTA DALAM DOA
Lukas 11:5-13
”Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadanya.” (ay.13)
Sebagai orangtua, kadang merasa kesal saat mengetahui anak-anak tidak pernah meminta apapun yang menjadi kebutuhannya. Mereka berharap kita memenuhi segala kebutuhannya, tetapi tidak menyampaikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Padahal, apabila anak berani meminta sesuatu kepada orangtuanya, orangtuanya akan dengan senang hati berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut sebagai bentuk kasih. Anak yang berani meminta kepada ayah atau ibunya juga menunjukkan bahwa mereka menghargai atau ”nguwongke” orangtuanya.
Hari ini kita belajar dari firman Tuhan tentang keberanian untuk meminta kepada Bapa melalui doa dengan pertolongan Roh Kudus. Doa selama ini dipahami sebagai bentuk komunikasi dengan Allah untuk menyampaikan rasa syukur, pujian kepada Allah, maupun menaikkan permohonan atau syafaat.
Dalam Injil Lukas 11:1-13, Tuhan Yesus seusai berdoa, ditanya oleh murid-murid-Nya: ”Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-murid-Nya.” Tuhan Yesus pun mengajarkan doa yang kita kenal dengan “Doa Bapa Kami”. Namun, Tuhan Yesus juga menegaskan perlunya menunjukkan keseriusan saat berdoa.
Karena itulah, Tuhan Yesus memberikan contoh tentang seorang yang karena terdesak kebutuhan akhirnya meminta pertolongan kepada sahabatnya di waktu yang tidak tepat, yaitu tengah malam. Namun karena keberaniannya meminta, tidak malu-malu, walaupun tengah malam, sahabatnya itu akhirnya memberikan apa yang dimintanya.
Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengatakan, ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”. Demikian pula saat berdoa kepada Tuhan, apabila kita membutuhkan pertolongan maka kita harus meminta dengan kesungguhan hati, maka Allah akan menjawab doa kita. ”Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan, akan memberinya ular sebagai ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberinya kalajengking?”
Untuk itu, janganlah ragu untuk berdoa kepada Tuhan untuk meminta pertolongan-Nya dengan sungguh hati. Kita bisa mengungkapkan persoalan-persoalan yang kita hadapi maupun kebutuhan-kebutuhan yang kita perlukan, maka Tuhan akan mendengarkan kita dan menjawab doa kita.
Kesungguhan dalam meminta ditunjukkan melalui keseriusan kita dalam melakukan pekerjaan, pada saatnya kita akan menyaksikan bagaimana Tuhan memberikan jalan keluar. Jadi, setelah berdoa kita tidak berdiam diri menunggu jawaban Tuhan, tetapi kita terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi, maka Roh Kudus akan memberikan pertolongan sehingga kita mengerti jawaban Tuhan.
Kiranya Tuhan terus menolong dan mendengar doa-doa yang kita naikkan dengan sungguh hati. Amin.
Pokok Doa
1. Bersyukur untuk ultah ke-76 GKI Coyudan hari ini (24/8/2024).
2. Ibadah Minggu dalam rangka HUT ke-36 GKI (26/8/2024)
3. Pencalonan dan pemilihan penatua.
Sujud Swastoko