BAGAIKAN DOMBA
Lukas 15:1-7
Domba adalah hewan yang mudah untuk tersesat, salah satu sebabnya adalah mereka selalu tergoda untuk mencari rumPut yang lebih hijau dari rumput di depannya. Bukan hanya domba yang suka berkelana mencari rumput yang lebih hijau. Manusia pun begitu. Terus mencari apa yang lebih “hijau” hingga akhirnya tersesat sendiri dalam nafsunya.
Mungkin itulah salah satu alasan Allah mengumpamakan kita sebagai domba dalam Alkitab. Kita dengan mudah berkelana dan mencari jalan kita sendiri lewat berbagai kompromi yang gegabah dan pilihan bodoh yang kita ambil. Tanpa kita sadari, kita sudah jauh menyimpang dari kebenaran.
Kepada orang-orang Farisi, Yesus bercerita tentang seekor domba yang hilang. Domba tersebut begitu berharga bagi sang gembala hingga ia rela meninggalkan domba-domba yang lain untuk mencari satu yang tersesat. Ketika ia menemukan domba yang hilang itu, ia sangat bersukacita! (Luk. 15:1-7).
Begitu jugalah sukacita yang Allah rasakan ketika orang berdosa kembali kepada-Nya. Yesus berkata, “Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan” (ay.6). Allah telah mengirimkan kepada kita seorang Juruselamat untuk menyelamatkan dan membawa kita pulang. Sang Juruselamat telah menjadi jalan hidup untuk kita agar kita tidak kembali tersesat. Ikuti Dia, pikul salib bersama-Nya, sangkal diri, dan terus ikuti.
Saudara terkasih,
Dalam hal apa yang membuat Anda mungkin telah menyimpang ke jalan yang salah? Sadarilah posisi anda dan segeralah kembali Jalan yang benar, padA Kristus, Sang Jalan itu.
Doa Pribadi:
Bapa di surga, aku merasa tersesat. Apakah aku sudah terlalu jauh dari-Mu? Arahkanlah kembali hatiku dan tunjukkanlah kepadaku jalan pulang kepada-Mu. Amin