ANUGERAH KESELAMATAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Selasa, 24 Desember 2024


Anugerah Keselamatan

Titus 2:11-15


”Sebab, sudah nyatalah anugerah Allah yang menyelamatkan semua manusia, dan mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan saleh di dalam dunia sekarang ini.” (ay.11,12)


Hari ini kita akan bersama-sama mengikuti ibadah malam Natal di gereja. Memikirkan malam Natal, biasanya pikiran kita langsung melayang, membayangkan perjalanan Yusuf dan Maria yang begitu melelahkan dari Nazaret ke Betlehem, dan bagaimana kelahiran bayi Yesus yang dibaringkan di palungan, karena memang tidak ada tempat bagi mereka di penginapan.


Rasanya, menurut pandangan manusia pada umumnya, kelahiran sang Mesias atau juruselamat yang seperti itu terlalu sederhana dan tidak pantas. Seharusnya Mesias dari keturunan raja Daud, lahir di istana karena Ia akan menjadi Raja bagi Israel. 


Namun, ternyata cara Allah menggenapi janji-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, justru melalui kelahiran Sang Kristus yang begitu sederhana. Yesus Kristus lahir bukan sebagai raja duniawi, tetapi Ia adalah raja atas segala raja, yang berkuasa di bumi dan di sorga. Sehingga tempat yang tersembunyi, bukan kemegahan istana, dipilih menjadi tempat kelahiran-Nya.


Dalam surat Paulus kepada Titus, firman Tuhan hendak mengingatkan kita bahwa anugerah Allah untuk menyelamatkan semua manusia itu telah nyata dengan kelahiran Kristus. Kelahiran Yesus Kristus yang sederhana itu hendak mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan saleh di dunia ini. (ay.11, 12).


Dengan memaknai hal tersebut, maka Natal kali ini membuat kita benar-benar harus mempersiapkan diri untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Yesus telah lahir dan telah menyelesaikan karya keselamatan melalui penderitaan, penyaliban-Nya, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Sekarang kita menantikan kedatangan Kristus yang kedua, sebagai Raja dan Hakim yang akan mengadili orang-orang yang hidup dan yang mati.


Oleh karena itu, biarlah malam Natal ini menjadi perenungan bagi kita untuk terus melangkah menjalani kehidupan di dunia ini dengan menanti penggenapan pengharapan kita akan keselamatan di dalam Yesus Kristus, Juruselamat kita, dengan selalu menguduskan diri, rajin berbuat baik, dan meyakinkan orang lain untuk melihat Terang Kristus dan percaya kepada-Nya. Kiranya Tuhan menolong dan menyertai kita. Amin.


Pokok Doa

1. Ibadah malam Natal, ibadah Natal, dan perayaan Natal GKI Cohyudan.

2. Ketersediaan lahan parkir permanen untuk jemaat GKI Coyudan.

3. Keamanan Kota Solo pada masa Natal dan tahun baru.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.