ALLAH YANG MEMILIH
BILANGAN 16:41-50
Allah memilih Musa dan Harun untuk menjadi pemimpin bagi bangsa Israel. Jabatan atau kedudukan mereka sebagai pemimpin bukan atas kemauan atau inisiatif mereka sendiri atau karena pilihan manusia. Kedudukan mereka adalah karena pilihan Allah.
Sebagai pemimpin, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat berat. Mereka harus membawa bangsa Israel keluar dari Mesir ke negeri perjanjian. Perjalanan yang tidak mudah. Berbagai macam tantangan dan kesukaran yang harus dihadapi dan diselesaikan.
Dalam perjalanan yang penuh halang rintang itu, ada orang-orang yang memberontak kepada Musa dan Harun. Pemberontakan itu dipimpin oleh Korah, Datan dan Abiram. Mereka juga mengajak 250 orang untuk memberontak melawan Musa.
Alasan yang mereka pakai untuk memberontak Musa adalah:
1. Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah Tuhan? (ayat 3)
2. Karena Musa sudah memimpin mereka keluar dari Mesir, negeri yang mereka sebut sebagai negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan mereka mati di padang gurun. Dan Musa menjadikan dirinya tuan atas bangsa Israel (ayat 13)
Atas pemberontakan dan tuduhan-tuduhan mereka Musa menjadi marah. Musa mengadukan permasalahan ini kepada Allah yang memilih dan mempercayainya sebagai pemimpin. Allah bertindak, orang-orang yang melawan dan memberontak Musa, mati dengan cara yang mengerikan. Tetapi peristiwa itupun justru membuat orang-orang Israel bersungut-sungut dan mengatakan bahwa Musa telah membunuh umat Tuhan (ayat 41). Dan Tuhan kembali bertindak bagi Musa, ada 14.700 orang yang mati kena tulah (ayat 49).
Pelajaran apa yang bisa diambil dari peristiwa ini?
1. Allah berkuasa untuk memilih orang-orangnya untuk menempati kedudukan atau jabatan-jabatan tertentu.
2. Sebagai orang yang dipilih dan dipercaya untuk menempati kedudukan tertentu, bawalah setiap tantangan dan pergumulan kepada Allah yang memberikan kedudukan itu. Adukanlah setiap perkara kepadaNya, tidak mencari jalan sendiri
3. Tuhan senantiasa menyertai setiap orang pilihanNya dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan segala hambatan dan rintangannya
Kiranya kita setia hidup dalam FirmanNya