YESUS PENUH KUASA

  •  Sujud Swastoko
  •  

Lukas 4:31-37

”Semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Lalu tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.” (Ay.36-37)

Renungan pagi ini semakin menyadarkan kita akan keilahian Tuhan Yesus. Dia adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia, yang disebut Anak Allah, sehingga Dia penuh kuasa. Dia datang ke dunia menggenapi janji Allah untuk menyelamatkan manusia dari kuasa maut, sehingga orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh kehidupan yang kekal.

Kuasa Tuhan Yesus ini terlihat pada saat Dia melayani di Kapernaum. Pada hari-hari Sabat, yaitu hari saat orang-orang Yahudi beribadah, Tuhan Yesus mengajar, menyampaikan firman Allah tentang Injil Kerajaan Allah. Saat mengajar inilah orang-orang yang mendengarkan bisa merasakan akan kuasa dalam perkataan-Nya. 

”Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” Perkataan Tuhan Yesus sangat berbeda dengan guru-guru lain yang menyampaikan pengajaran saat ibadah tersebut. Perkataan yang penuh kuasa menunjukkan kewibawaan Tuhan Yesus, bahwa apa yang dikatakannya itu bukan sekadar pengajaran biasa, tetapi bisa dimengerti dan masuk ke dalam hati para pendengarnya, sehingga mereka takjub.

Kuasa Tuhan Yesus bukan hanya saat mengajar, tetapi juga saat mengusir roh jahat yang merasuki seseorang yang berada di dalam rumah ibadat. Roh jahat tersebut berteriak dengan keras karena tahu siapa Yesus, yaitu: Yang Kudus dari Allah, sehingga setan itu ketakutan karena khawatir Tuhan Yesus membinasakan mereka. Dan setan pun keluar dari tubuh orang itu saat Tuhan Yesus membentak dan menyuruhnya keluar.

Tentu saja hal tersebut semakin membuat orang yang hadir di rumah ibadat tersebut takjub terhadap perkataan Tuhan Yesus yang penuh kuasa. Ia berkuasa memerintah roh-roh jahat, karena Yesus bukanlah manusia biasa, Ia adalah manusia sejati dan Allah sejati yang mempunyai kuasa atas semua yang ada.

Dari peristiwa tersebut kita melihat betapa Tuhan Yesus sangat mengasihi manusia. Melalui pengajaran-Nya, Dia membawa manusia untuk hidup sesuai dengan perintah Allah. Dia juga tidak rela manusia dirasuki roh jahat, sehingga Dia mengusir setan agar orang yang dirasukinya tidak lagi hidup dalam kuasa roh jahat.

Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, tentu kita tidak hanya sekedar takjub dengan kuasa Tuhan Yesus, tetapi kita benar-benar mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Kalau Tuhan Yesus telah menunjukkan kuasa-Nya, maka kita juga tidak perlu takut untuk hidup sesuai ajaran-Nya. Hidup dalam kasih, memiliki hati yang peduli kepada sesama, percaya akan kuasa Tuhan saat kita sedang menghadapi persoalan dan beban berat, percaya akan kekuatan dan kesembuhan dari Tuhan saat kita sedang sakit.

Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka hati kita juga akan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus, kuasa yang membuat kita merasakan damai sejahtera dan memampukan kita untuk hidup sesuai pengajaran-Nya. Kiranya Tuhan yang Maha Kuasa terus menyertai dan memelihara hidup kita. Amin.


Pokok Doa

1. Persiapan ibadah Minggu.

2. Kekuatan, kesabaran, dan kesembuhan bagi yang sakit, serta jalan keluar bagi yang menghadapi persoalan berat.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.