YANG PALING BERHARGA UNTUKNYA 

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  


Mazmur 51:17 (BIMK)  (51-19) Kurban bagi Allah adalah hati yang remuk redam, hati yang tunduk dan bertobat tidak Kautolak. 

Tibalah kita pada hari ini. Hari dengan 2 agenda besar. Pemilihan umum dan Rabu abu. Keduanya pasti mempunyai makna tersendiri bagi kita. Memasuki kedua agenda iman kita hari ini, apa yang kita rasakan? Mungkin saja ada banyak hal yang masih jadi pertimbangan dan pikiran. Namun jangan lupa bahwa justru anugerah untuk kembali bertemu dengan masa pra paskah adalah kesempatan untuk kembali hidup dalam pertobatan, setiap hari. Memasuki Rabu abu dan menjalani serangkaian puasa pertobatan kita, adalah sebuah laku hidup yang melatih manusia untuk menyadari siapa dirinya. Dengan menyadari sungguh nilai dan arti dirinya dihadapan Tuhan maka ia akan bisa tahu apa yang paling berharga bagi Tuhan. Sebagai sebuah gambaran, mazmur ini adalah mazmur tanggapan yang dikatakan Daud sesaat setelah nabi Natan menegurnya. Daud begitu menyadari kesalahannya di hadapan Tuhan. Ia tahu ia berdosa, namun karena pertobatannya ia tahu apa yang terpenting yaitu: pertobatan yang dipersembahkan kepada Allah. Allah sangat menghargai dan menerima setiap hati yang remuk redam, tunduk dan bertobat. Inilah yang terpenting bagi Allah. Allah tidak menuntut kita untuk menjadi sempurna tanpa cela, IA ingin agar kita senantiasa mempersembahkan hati yang remuk dalam pertobatan kita. 

Doa pagi: 
"Bapa, kami tak punya apa-apa untuk kami persembahkan padaMu selain remuknya hati kami karena dosa yang kami akui dengan malu di hadapanMu. Kami tak mampu menghaturkan apa-apa selain pertobatan dan ketundukan hati kami padaMu, Ya Allah yang mencintai kami apa adanya. Amin" 

Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.