WASPADAI GURU PALSU
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Jumat, 12 September 2025
WASPADAI GURU PALSU
2 Petrus 2:1-10
”Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sessat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” (Ay.1b)
Saat ini begitu banyak orang yang mengaku guru. Guru di sini bukan guru formal di sekolah atau lembaga pendidikan, namun guru spiritual yang mengajarkan tentang kehidupan rohani dan spiritualitas. Pengajaran yang disampaikan kadang enak didengar bagi telinga yang mendengarnya, memberikan harapan dan motivasi, namun sayangnya motivasinya untuk mencari keuntungan diri sendiri.
Melalui pengajaran yang enak didengar namun belum tentu benar, bahkan disampaikan melalui media sosial sehingga viral, orang yang mendengar bisa terpengaruh sehingga hidupnya berubah. Orientasi rohani bukan pada kehidupan yang akan datang, tetapi mengejar kenikmatan dunia yang menjerumuskann pada kehidupan yang semakin jauh dari Allah.
Rasul Petrus dalam bacaan hari ini juga melihat bahwa melihat betapa berbahayanya guru-guru palsu, yang seharusnya mengajarkan kebenaran dan firman Allah, namun yang diajarkan adalah pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan. Lebih mengerikan lagi, ajaran tersebut mengarah pada penyangkalan terhadap keberadaan Tuhan, tidak mengakui Sang Pencipta.
Bukankah dalam kehidupan ini hal-hal seperti itu juga kadang kita jumpai? Ada guru-guru spiritual yang mengajarkan bahwa manusia sesungguhnya memiliki kekuatan yang dahsyat sehingga perlu terus dimotivasi bahwa manusia bisa mewujudkan impiannya bila fokus dan bersandar pada kekuatan diri tersebut.
Pengajaran ini hendak mengabaikan rencana Tuhan yang berkuasa atas hidup manusia. Dengan mengandalkan kekuatannya, manusia berusaha memaksakan kehendaknya, apa yang diinginkan harus terwujud, tanpa memikirkan bahwa ada rencana Tuhan dalam dirinya.
Oleh karena itu, mari kita terus waspada terhadap guru-guru palsu atau ajaran-ajaran yang menyesatkan yang hanya memusatkan pada pemenuhan keinginannya sendiri, tanpa memikirkan bahwa Tuhan memiliki otoritas dan rencana yang indah terhadap setiap manusia ciptaan-Nya.
Sebagai anak Allah, kita harus setia mendengar firman-Nya dan menjadikann firman Allah di dalam Alkitab sebagai pegangan kita, sehingga kita tidak diombang-ambingkan oleh angin pengajaran yang menyesatkan. Kita tahu, seperti dalam Surat Petrus, Allah akan menyelamatkan orang benar. Karena itu hidup kita harus hidup dalam kebenaran.
Kiranya Tuhan menyertai dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Doakan banjir di Bali agar segera surut, para korban mendapat penanganan yang baik.
2. Situasi politik ekonomi di Indonesia, Tuhan campur tangan.
3. Para hamba Tuhan dan keluarganya.
Sujud Swastoko