PASKA : HARAPAN YANG MELAMPAUI DUKACITA

  •  Sdr. Oliver Kurniawan Tamzil
  •  

Renungan warta 5 April 2026


PASKA : HARAPAN YANG MELAMPAUI DUKACITA

Matius 28 : 1 - 10 

Mungkin diantara kita pernah memiliki ”idola” yakni seseorang yang sangat kita kagumi, baik dari penampilan, karakter atau karyanya. Bahkan kita meniru cara berbicara, cara berpakaian, bahkan ingin ”tampil” seperti orang tersebut. Namun tiba-tiba orang tersebut pergi entah karena berubah prioritasnya, meninggal dunia atau sebab lainnya. Apa yang kita rasakan? Tentu kita merasa sedih namun kehidupan kita tidak akan berhenti pada titik itu, melainkan segala hal baik yang pernah kita teladani akan senantiasa kita hidupi.

Ini yang terjadi pada peristiwa kebangkitan Yesus. Ketika para murid, kerabat termasuk orang yang pernah mengalami mujizat-Nya harus menyaksikan Yesus yang semula dipuja namun berakhir disalibkan. Kedukaan mereka bahkan belum usai tatkala mereka melihat kubur itu telah kosong. Namun perjumpaan malaikat dan Yesus kepada para perempuan tidak serta merta membuat mereka ketakutan, melainkan menjadi momen peneguhan untuk melanjutkan misi Allah di dunia (Matius 28 : 19-20)

Kebangkitan Yesus juga menjadi bukti bahwa kasih Allah itu inklusif, artinya karya keselamatan Yesus diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak terbatas golongan atau ukuran kapasitas tertentu. Kebangkitan-Nya mengajak kita untuk  meninggalkan kehidupan lama yang penuh dosa kearah hidup yang berpusat pada Kristus dan kebenaran Alkitab / Firman Tuhan. Peristiwa kebangkitan Yesus juga bukan berarti meniadakan penderitaan, ketakutan, kematian di dunia ini tetapi disana ada pengharapan bersama Kristus dan menciptakan transformasi untuk kita berani memproklamasikan kebangkitan tersebut.

Saat ini kita hidup dalam dunia dimana realitas kehidupan seringkali bertolak belakang dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, salah satunya adalah perbuatan yang mengarah kepada dosa dan bentuknya bisa bermacam-macam dimulai dari godaan yang kecil hingga perbuatan ekstrim. Sebagai orang Kristen kita menghidupi spiritualitas bahwa seluruh cara berpikir, berbicara dan bertindak kita berpusat pada Kristus dan bukan duniawi. Maka kebangkitan Kristus harus membawa transformasi pada setiap diri kita yang meliputi hati yang senantiasa dipenuhi rasa syukur, bibir yang memberitakan Injil dan kabar baik kepada sesama, serta menjaga kekudusan hidup sebagaimana kita telah menerima anugerah penebusan dosa dan dipersatukan dengan Roh Kudus

Maka dari teks Alkitab yang menjadi dasar perenungan hari ini, kita disapa mengenai makna Paska yaitu:

Paska bukan meniadakan duka, melainkan melampaui duka dengan sukacita.

Paska bukan meniadakan ketakutan, melainkan melampaui ketakutan dengan keberanian.

Paska bukan meniadakan kematian, melainkan melampaui kematian dengan kebangkitan. 


(Sdr. Oliver Kurniawan Tamzil)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.