TULUS ATAU BULUS ?
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 8 Agustus 2026
TULUS ATAU BULUS ?
Matius 16: 1-4
Ayat :1 (TB) Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.
Pada jaman dulu, ketika ayam berkokok di pagi hari itu menjadi tanda bahwa hari telah hampir pagi dan matahari akan kembali menerangi bumi; guntur yang telah lama tidak terdengar, kembali menggelegar dan menjadi tanda bahwa musim hujan akan segera tiba. Seorang kekasih yang jatuh cinta menghadiahi pujaan hatinya dengan bunga sebagai tanda cinta; seorang bapak menggendong dan memeluk erat anaknya sebagai tanda sayang; pasangan suami-isteri bergandengan tangan ketika berjalan bersama sebagai tanda kasih. Ini semua menunjukkan bahwa manusia memerlukan tanda dalam kehidupannya. Sebuah tanda akan mewakili dan membuktikan kehadiran dari sesuatu yang ditandakan, baik berupa makna, kata atau perbuatan nyata. Sebuah tanda akan menimbulkan pengajaran dan nilai-nilai moral yang dapat memengaruhi perilaku hidup manusia. Kehidupan orang percaya juga kaya akan berbagai tanda, misalnya tanda Salib.
Jika demikian pentingnya kebutuhan manusia akan arti tanda dalam kehidupannya, namun mengapa Yesus menolak memberi tanda kepada orang-orang Farisi yang meminta tanda dari-Nya? Yesus menolak bukan tanpa alasan, namum karena kedegilan (keras kepala) dan kebutaan nurani orang-orang Farisi. Mereka berlaku bulus (tidak tulus) dalam meminta tanda dari Yesus. Mereka meminta dengan maksud terselubung: hendak mencobai Yesus. Berulangkali Yesus mengajar dan menyatakan kuasa-Nya dan orang-orang Farisi melihat-Nya, tetapi mereka tidak mau percaya kepada Yesus.
Saudaraku, apapun yang kita lakukan terhadap orang lain, hendaklah dengan tulus, bukan bulus. Karena dalam tindakan kita, orang lain sedang melihat tanda-tanda kasih yang mereka minta kepada Tuhan. Sebaliknya, ketika kita meminta tanda dari Tuhan Yesus janganlah dilakukan dengan maksud mencobai atau menguji kuasa Allah. Bila demikian tujuan kita, maka Allah akan menolaknya. Tuhan Yesus berkata: "Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapatkan; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Mat. 7:7). Mintalah tanda dengan motivasi murni bahwa hanya Dialah satu-satunya Penolong setia. Dengan demikian, Dia akan memberikan yang terbaik dan kehendak-Nyalah yang terjadi dalam kehidupan kita orang percaya.
Doa Pribadi :
Ya Tuhan, tolonglah kami agar kami memiliki ketulusan hati untuk meminta Engkau menuntun dan mengarahkan langkah hidup kami di dalam kehendak-Mu. Terima kasih atas Sabda-Mu yang kami terima hari ini, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa ... Amin.
Johanis Melsasail