IMAN YANG MEMBUAT YESUS TAKJUB

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Rabu, 5 Agustus 2026


Iman yang Membuat Yesus Takjub


Matius 8:5–13


Pernahkah kita bertanya, “Apa yang bisa membuat Yesus takjub?” Dalam Injil, ternyata bukan mukjizat, bukan keramaian orang banyak, bahkan bukan pengetahuan agama yang membuat Yesus heran. Yang membuat-Nya takjub adalah iman.


Di Matius 8:5–13 kita bertemu dengan seorang perwira Romawi. Ia bukan orang Yahudi, bukan ahli Taurat, bahkan bukan murid Yesus. Namun ia datang membawa satu permohonan: hambanya sedang sakit dan sangat menderita.


Ketika Yesus berkata, “Aku akan datang menyembuhkannya,” respons sang perwira sungguh mengejutkan.


“Tuhan, aku tidak layak menerima-Mu di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”


Ia memahami otoritas. Sebagai seorang perwira, ia tahu bahwa perintah yang keluar dari seorang pemimpin tidak bergantung pada kehadiran fisiknya. Cukup satu kata, dan perintah itu terlaksana. Karena itu ia percaya bahwa kuasa Yesus tidak dibatasi oleh jarak.


Lalu Yesus berkata,


“Sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.”


Perkataan ini menjadi cermin bagi kita. Sering kali kita percaya kepada Tuhan, tetapi masih ingin mengendalikan cara Tuhan bekerja. Kita baru tenang jika semua berjalan sesuai rencana kita. Padahal iman sejati bukan berarti memahami semua jawaban Tuhan, melainkan mempercayai otoritas-Nya sekalipun kita belum melihat hasilnya.


Perwira itu tidak meminta bukti. Ia tidak memaksa Yesus datang. Ia hanya percaya bahwa firman Yesus sudah cukup.


Hari ini mungkin kita sedang berdoa untuk keluarga, kesehatan, pekerjaan, pelayanan, atau pergumulan yang belum berubah. Kisah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita belum melihat-Nya bekerja. Kuasa-Nya tidak dibatasi ruang, waktu, ataupun keadaan.


Pertanyaannya bukanlah seberapa besar masalah kita, melainkan seberapa besar kepercayaan kita kepada Yesus.


Doa pribadi:

Tuhan Yesus, ajar aku memiliki iman seperti perwira itu. Ketika aku tidak mengerti jalan-Mu, mampukan aku tetap percaya pada otoritas dan kebaikan-Mu. Biarlah aku bersandar pada firman-Mu, bukan pada apa yang kulihat. Amin.


Pdt Daniel KG

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.